Gara-gara Batas Lahan, Bacok-bacokan, 1 Tewas

Duel maut satu lawan satu terjadi di Dusun Beronjong Desa Sali Baru, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal, Minggu (10/4) sekira pukul 11.00 WIB. Satu tewas di tempat karena diparang, sementara lawannya kritis dan dilarikan ke RSUD Natal. Korban tewas Ajinomoto (45) dan korban kritis J Siregar (48). Keduanya terlibat duel usai cekcok akibat rebutan batas lahan yang masih dalam kawasan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG).

Ajinomoto dan J Siregar bekerja sebagai petani. Awalnya, mereka sama-sama membuka lahan yang akan ditanami sawit di hutan sekitar tempat tinggal masing-masing. Lalu, setelah lahan itu dibuka, keduanya ribut mengenai batas lahan masing-masing. “Dari keterangan saksi, yakni Arkino Siregar dan Rajab Simamora yang keduanya berada di TKP saat kejadian, Aji (panggilan Ajinomoto,red) bersama J Siregar sama-sama membuka lahan untuk membuka kebun sawit. Namun setelah lahan dibuka keduanya ribut menentukan batas lahan. Selanjutnya, perang mulut keduanya berlanjut ke perang senjata tajam. Akhirnya Ajinomoto dibacok J Siregar hingga tewas di TKP dan J Siregar kritis,” terang Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIK melalui Kasat Reskrim AKP SM Siregar SH, Senin (11/4).

Diceritakan Kasat, Aji meninggal akibat luka parah yang dialaminya dan kehabisan darah. “Aji mengalami luka bacok pada bagian kepala, punggung, dan perut hingga kehabisan darah dan meninggal di TKP. Sedangkan tersangka, J Siregar mengalami luka bacok pada punggung kanan. Dan saat ini dirawat di RSUD Natal dengan pengawasan polisi,” terang Kasat. Sedangkan barang bukti yang diamankan Polres Madina, berupa 2 bilah parang milik korban dan tersangka. “Kasus ini masih dalam proses, sedangkan sanksi yang akan disangkakan adalah pasal 338 KUHPidana junto 351 ayat 3 dengan ancaman 15 tahun penjara,” pungkas AKP SM Siregar. (wan)

Baca Juga :  Pria Telanjang Dada Tewas Tersengat Listrik

Korban Pembacokan Dirampok
MADINA- Jarobatan (60), korban pembacokan di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Madina, bukan hanya kehilangan istri, Nurazmi, yang menghembuskan nafas terakhir akibat penggumpalan darah di kepala. Ternyata, ia juga kehilangan uang sekitar Rp1.250.000. Diduga uang tersebut dilarikan pelaku. Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIk melalui Kasat Reskrim AKP SM Siregar SH, kepada METRO, Senin (11/4), mengatakan, hasil keterangan yang diperoleh dari Jarobatan, korban yang dibacok kawanan orang tak dikenal, Kamis (7/4) dini hari lalu. Awalnya pelaku datang ke rumah meminta emas yang dimiliki istrinya sekitar 50 gram. Tetapi, saat itu korban tak memberi tahu di mana emas itu disimpan. Kemudian pelaku terus memaksa untuk memberikan emas hasil usaha mereka selama ini.

“Korban mengaku dirampok. Awalnya pelaku meminta perhiasan emas tetapi korban tetap tak mau memberi tahu di mana emas disembunyikan. Akhirnya pelaku menganiaya korban dengan pukulan dan membacok tubuh korban. Tidak itu saja, pelaku tetap mencari emas di rumah korban. Terakhir mereka menemukan uang sebesar Rp1.250.000 dari dalam gulungan kain,” terang AKP SM Siregar.

Disebutkannya, pelaku pembacokan diperkirakan lebih dari satu orang dan saat ini masih dalam penyelidikan. Tim Polres Madina saat ini masih terus di lapangan untuk mengungkap kasus tersebut. ”Kita belum tahu pastinya berapa jumlah pelaku tetapi lebih dari 1 orang. Saat ini masih menyelidiki pelaku dan mengumpulkan data-datanya. Sabar lah dulu, ini pelakunya akan terungkap,” tandasnya. (wan) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Gempa Aceh Belum Ada Korban Jiwa

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*