Gas Elpiji 12 Kilogram Langka di Gunung Tua

Paluta,  Gas elpiji ukuran 3 kilogram di wilayah Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak dan sekitarnya, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) mengalami kelangkaan. Kelangkaan ini, ditemui di beberapa agen dan warung di sepanjang wilayah Gunung Tua dan sekitarnya.

Pantauan wartawan, untuk wilayah Pasar Gunung Tua, banyak terpampang tulisan gas 3 kilogram habis pada bulan september.

“Makin susah dapatkan gas elpiji ukuran 3 kilogram sekarang, ditanya alasannya, mereka malah tak tahu apa alasannya kenapa bisa langka,” ujar Tina Siregar (30) salah seorang warga Gunung Tua kepada Analisa, Senin (15/9).

Tina menyebutkan untuk memproleh gas elpiji, dirinya selalu mendatangi ages resmi CV Cahaya Makmur yang berada di Jalan Sisingamangaraja Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, namun belakangan ini, menurut keterangan dari pihak CV Cahaya Makmur selaku rekanan dari Pertamina mengatakan jatah gas elpiji untuk daerah Paluta dikurangi untuk waktu yang tak bisa ditentukan.

Ibu anak satu ini menambahkan, sesuai anjuran pemerintah, masyarakat diajak untuk pindah bahan bakar dari minyak tanah ke gas elpiji. Tetapi kenapa setelah sebagian besar masyarakat pindah, gas elpiji itu malah menghilang.

“Ada apa ini terjadi, kenapa setelah warga berpindah, ukuran 3 kilogram malah sulit didapat, “ ungkapnya.

Ia berharap pemerintah segera mencari tahu sebab kelangkaan gas ini. Serta mampu mencari solusinya. Sampai saat ini, sudah banyak masyarakat yang mengeluh akibat kelangkaan ini.

Baca Juga :  Hari Ini, 7 Pasangan Kampanye Damai Cabup/Cawabup Madina

Terpisah, Agen resmi CV Cahaya Makmur H Ali Hasanuddin Harahap (60) mengaku saat ini untuk daerah Paluta, jatah gas elpiji berkurang dari biasanya, dulunya memproleh 1.120 tabung perhari, kini hanya 8.400 tabung perbulan.

“Biasanya selalu pesan 1.120 tabung perhari tapi kini yang datang jumlahnya tak menentu, jatah kami memang lagi dikurangi,” katanya.

Ali juga mengungkapkan harga resmi gas elpiji ke tingkat pengecer Rp14.500 pertabung dan paska berkurangnya stok gas ukuran 3 kilogram, pihaknya pun mengurangi jatah ke tingkat pengecer, misalnya untuk satu pengecer biasanya dikasih jatah 50 tabung kini hanya diberi 20 tabung.

Disaat pasokan gas dalam keadaan normal, biasanya pihak CV Cahaya Makmur memperoleh jatah gas sebanyak 1.120 tabung perhari, diluar hari minggu, namun untuk bulan September hanya menerima 8.400 tabung. (ong)

/(Analisa)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*