Gas Elpiji 3 Kg Langka di Palas

salah satu kios pengecer Gas Elpiji 3 Kg di jalan lintas riau, desa sigala-gala kehabisan stok

Kelangkaan gas elpiji tabung 3 kilogram (Kg) di Palas terus berlanjut. Seperti yang dialami warga Sibuhuan, dalam seminggu terakhir mereka kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg.

Warga terpaksa mencari sampai ke beberapa desa, dengan harga yang sudah melambung sampai Rp 30.000 per tabung.

“Tiap hari ada saja warga yang menanyakan gas 3 kg tapi tak bisa dilayani. Sudah seminggu ini saya tidak mendapat pasokan gas,” ujar Daniel Hasibuan, penjual gas 3 kg di Jalan Lintas Riau, Desa sigala-gala, Rabu (15/10).

Dalam kondisi normal, kata Daniel, setiap dua hari sekali ia mendapat jatah 50 tabung gas elpiji 3 kg. “Tapi dalam seminggu ini saya tidak mendapat jatah sama sekali. Bayangkan dalam seminggu stok kosong, pelanggan saya terpaksa mencari kemana-mana, bahkan sampai ada yang langsung beli ke agen, disanapun kadang kosong. Kalau pun ada di sebagian warung eceran, harganya Rp 30.000 per tabung. Padahal saya biasanya menjual dengan harga normal, hanya Rp 16.000 per tabung,” katanya.

Saat ini Daniel sangat kasihan melihat masyarakat yang mencari gas, karena di agen-agen juga banyak yang kehabisan gas. “Sehingga mau tidak mau agen harus mengatakan gas tersebut tidak ada,” ucapnya.

Jika gas di pangkalan miliknya kosong, dia memberikan solusi agar mendatangi agen-agen lain, selain itu untuk cara lainnya dapat menggunakan minyak tanah, walaupun minyak tanah cukup langka dan harganya juga tinggi.  Daniel berharap agar pendistribusian gas tiga kilo dapat kembali normal, jika pasokan tersendat akan berdampak pada masyarakat yang rata-rata menggunakan gas untuk keperluan sehari-hari, karena sejak pengalihan minyak tanah ke gas, masyarakat saat ini sebagian besar menggunakannya.

Baca Juga :  Masyarakat Marancar Sepakat Akses Pembukaan PLTA

Shusi warga sibuhuan julu, sudah dua hari tidak mendapatkan gas elpiji 3 Kg, ia terpaksa beralih ke minyak tanah. “saya sudah dua hari mencari gas elpiji 3 Kg tidak ada, mau tidak mau saya terpaksa beralih ke minyak tanah. Saya tanya ke agen saja kosong” jelasnya.

/Edi

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*