Gawat, Diduga Rp1,3 M Lebih Anggaran BAPPEDA Palas Dikorupsi

PADANG LAWAS – Satu milyar lebih dugaan Korupsi yang terjadi pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Padang Lawas (Palas) Tahun Anggaran (TA) 2013, mulai terkuak.

Pasalnya, Dari analisis Laporan Realisasi Penjabaran dalam Pelaksanaan APBD T.A. 2013, diduga beberapa item kegiatan tidak mempunyai hasil akhir. Hal itu diungkapkan Ketua Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (Gemrak) Padang Lawas, M Edi R Tasosa di Sibuhuan, Senin (24/11)

Edi memaparkan, dalam Rincian Realisasi APBD Palas, pada Program Perencanaan Prasarana Wilayah dan Sumber Daya Alam, kode rekening 1.06.1.06.01.01.24 diuraikan Penyusunan Detailed Engineering Design (DED) atau Dokumen Desain Gedung Pemadam Kebakaran, kode rekening 1.06.1.06.01.01.24.08 sebesar Rp 224.305.000,00 diduga fiktif karena tidak ada miniatur pekerjaan

Pegiat good governance itu juga menjelaksan, Dokumen Desain pekerjaan yang harus dikerjakan adalah  perencanaan teknis banguna khusus, lengkap dan terperinci sesuai ketentuan yang berlaku. Bangunan yang akan direncanakan telah ditentukan sesuai skala prioritas yang akan segera ditindak lanjuti dengan pelaksanaan fisik nya.

Keluaran atau hasil pelaksanaan pekerjaan tersebut adalah mendapatkan hasil review study kelayakan dan dokumen perencanaan teknis atau dokumen desain dan dokumen lelang gedung pemadam kebakaran sesuai kondisi daerah, sementara bappeda palas bukan pelaksana teknis

“Seharusnya hasil ahir memiliki Miniatur atau berupa gambar yang ditempel di papan pengumuman agar tersosialisasi dan terealisasi. Namun, diduga tidak ada,” ujarnya

Baca Juga :  KPU Paluta Mulai Susun Rencana

Lanjut Edi, pada uraian Studi Kelayakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Kota Sibuhuan dan Sekitarnya, kode rekening 1.06.1.06.01.01.24.09 sebesar Rp 314.759.000,00 diduga tidak mempunyai hasil akhir kegiatan, serta Penyusunan Rencana Induk Instalasi Pengelolaan Limbah Kota Sibuhuan, kode rekening 1.06.1.06.01.01.24.13 sebesar Rp 266.222.000,00 tanpa indikator

Pada uraian Pembaharuan Rencana Pembangunan Investasi Jangka Menengah (RPJIM) Daerah Kabupaten Padang Lawas, kode rekening 1.06.1.06.01.01.24.14 sebesar Rp 264.724.500,00 juga diduga fiktif, karena belum pernah diseminarkan atau dipublikasikan.

Tambahnya, pada Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi, kode rekening 1.06.1.06.01.01.22 diuraikan Penyusunan Masterplan Penanggulangan Kemiskinan, dengan kode rekening 1.06.1.06.01.01.22.06 sebesar Rp 329.248.810,00. Hal ini juga diduga fiktif, karena tanpa hasil akhir yang terpublikasi serta tidak memiliki sasaran strategis yang jelas.

Edi mengatakan, dugaan tindak pidana korupsi di Bappeda ini akan segera dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Uatara (Kejatisu), sebagai implementasi kerja nyata dalam Pemberantasan Korupsi demi terwujudnya pemerintahan yang bersih dan transparan serta terwujudnya filosopi Padang Lawas BERCAHAYA

“Segera, kita akan bawa ini ke Kejati,” ujar edi

Sayangnya, Kepala Bappeda Palas, Yenni Nurlina Siregar saat hendak dikonfirmasi mengenai dugaan korupsi tersebut, tidak sedang berada ditampat. Saat dicoba menghubungi melalui telepon selular, HP nya tidak aktif hingga berita diterbitkan.

/Edi

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Dampak Letusan Sinabung, Pasokan Sayur Mayur ke Pusat Pasar Medan Berkurang, Harga Terus Naik

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*