Gawat, murid SD di Sumut Terjangkiti Narkoba

MEDAN – Belakangan ini kasus penyalahgunaan narkoba cukup tinggi termasuk di Sumatera Utara (Sumut). Hanya dalam waktu dua bulan terakhir, sudah 6 pelajar diantaranya siswa SD dilaporkan kecanduan narkoba.

Untuk itu, Gubsu Gatot Pujo Nugroho mendukung Kepala Kepala BNN Sumut Rudi Tranggono untuk menggerakkan desa menjadi basis perlawanan anti narkoba.

Hal itu terungkap pada Gebyar Pagelaran Seni Budaya P4GN bagi Masyarakat 2014 di Merdeka Walk Medan,  tadi malam yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut.

Dihadapan ratusan generasi muda dan masyarakat lainnya Gubsu diwakili Kepala Badan Kesbangpol Linmas Eddy Syofian menegaskan Pemprovsu mendukung gerakan desa basis anti narkoba.

Gubsu prihatin atas informasi dari BNN bahwa dua belan terakhir ini saja sudah 6 orang tua siswa di antaranya masih duduk di Sekolah Dasar (SD) datang ke BNN minta anaknya direhabilitas narkoba.

Sebelumnya Rudi Tranggono memaparkan di satu sisi pihalnya bangga atas mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat melaporkan anaknya korban narkoba ke BNN untuk direhabilitasi demi menyelamatkan generasi bangsa.

Namun di sisi lain lanjutnya kita prihatin semakin terbuktilah benar bahwa narkoba sudah merasuk sampai tingkat pelajar SD. “Ini baru yang melapor, bagaimana pula yang tidak melapor,” ujarnya.

Oleh sebab itu Gubsu mendukung BNN untuk pemeberantasan dan pencegahan dari Desa dan keluarga karena desa saat ini sangat besar pengguna narkoba. Desa yang dulu dikenal tempat yang nyaman masyarakatnya taat pada Agama dan hukum kini justru narkoba banyak menyebar.

Baca Juga :  ICW: Jika Mangkir Lagi, Syamsul Harus Dijemput Paksa

Tingginya pengguna narkoba membuat tinghinya angka penyakit HIV dan AIDS sesuai data AIDS 2643 dan HIV 5285.

“Kita khawatir bangsa ini akan hilang karena generasinya tidak sehat. Meski ada negara tapi bangsa bisa hilang. Jadi bentengi diri kita keluarga dan lingkungan kita cegah narkoba. Setiap warga Sumut harus bisa menjadi juru kampanye cegah narkoba,” ujarnya.

Gubsu mengatakan, pengaruh narkoba memang merasuki sendi kehidupan dengan sangat cepat. Karena itu butuh perlawanan yang komprehensif atau menyeluruh dari semua elemen masyarakat.

Menurutnya tidak cukup jika hanya polisi atau BNN saja yang ‘beradu muka’ dengan pelaku penyalahgunaan narkoba. Desa, sebagai elemen penting masyarakat, harus terjun langsung melakukan perlawanan.

Sementara itu BNN Provinsi Sumut mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk semakin peduli terhadap ancaman narkotika. Mulai dari lingkungan keluarga,pergaulan, sekolah,dan kantor.

BNN pun meminta perhatian dari pemerintah kota dan propinsi untuk bersinergi memberantas narkoba.

“Tak ada desa yang luput dari narkoba. Pemerintah harus berani mengeluarkan kebijakan desa sebagai basis perlawanan narkoba,”ujar Kepala BNN Sumut, Rudi Tranggono.

Kemudian, Sumut, sebagai incaran jalur distribusi narkoba, khsususnya via laut, BNN berharap pemerintah semakin memperkuat garis benteng pantai. Dan pelabuhan.

“Intinya untuk melindungi masyarakat dan nelayannya jangan sampai lebih memilih bekerja untuk mengedarkan narkoba daripada menjaring ikan,”katanya.

Rudi, juga berjarap. Pemerintah provinsi mampu berkordinasi dengan pihak swasta untuk  membangun pusat rehabilitasi.

Baca Juga :  Kejati Sumut Usul Stop Penyidikan Dugaan Korupsi Mantan Sekda Tapsel

“Karena sejujurnya BNN hanya punya jatah rehabilitasi 25 pecandu selama setahun, di pusat rehabilitas Bogor. Padahal di laur masih lebih  banyak pecandu yang butuh dipulihkan lewat rehabilitasi,” katanya.

/waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*