Gaya Mewah Para Pengacara – Naik ‘Kuda Jingkrak’ Bikin Tarif Ruhut Terdongkrak

Jakarta – Menjadi pengacara kondang tak bisa dilepaskan dengan kemewahan. Gaya hidup borjuis yang ditunjukkan beberapa pengacara terkenal dengan mobil mewahnya belakangan menjadi sorotan. Hal ini dipicu kemunculan pengacara Hotman Paris Hutapea yang menunggangi mobil sport Lamborgininya ketika bertandang ke kantor Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, pekan lalu.

Mobil sport mewah Ferrari dan Bentley juga pernah jadi tunggangan Ruhut Sitompul. Bekas pengacara papan atas yang kini jadi politikus ini mengaku dengan membeli mobil mewah, eskistensi seorang pengacara akan bisa terdongkrak.

Secara otomatis, Ruhut kepada detikcom, Rabu (25/9), mengaku tarif atau honor profesinya untuk tiap kasus juga akan meningkat.

Ruhut menceritakan kala masih aktif menjadi pengacara ia biasanya tak dibayar alias gratis karena ia berkarir sebagai pengacara prodeo. “Tapi lihat aku datang meeting naik Ferrari, orang kaya itu kan jadi malu. ‘Wah enggak enak juga, uang bensinnya kan mahal’,” kata dia disertai tawa khasnya.

Ruhut menolak menyebut tarif yang ia terima dari para kliennya. “Jadi aku enggak pernah bilang fee tapi orang itu bayar dengan sendiri,” ujarnya. Sejak sadar mobil mewah bisa meningkatkan citra dan tarifnya, Ruhut pun menambah koleksinya.

Ruhut, yang juga bekas bintang sinetron ini mengungkapkan ia mulai membeli Ferrari pertamanya sekitar tahun 1980. Akhir 1990-an, kembali memboyong mobil sport seri Modena 360 dari pabrikan yang sama. Dia juga pernah menjadi Presiden Klub Pemilik Ferrari Indonesia selama dua periode.

Baca Juga :  Kekerasan Multikultural 2010 Meningkat

Kenapa Ferrari? Pria yang akrab disapa Poltak ini memilih Ferrari karena suka dengan simbolnya berupa kuda jingkak, yang sama dengan shionya. “Aku lahir di tahun kuda, aku bangga lahir di tahun kuda, aku pekerja keras, itu memacu untuk aku kerja terus.”

Anggota Komisi Hukum DPR kelahiran Medan 24 Maret 1954 ini, juga tak menepis banyak tokoh yang membeli mobil mewah semata demi alasan citra. Mobil sport bahkan dianalogikan sebagai simbol kejantanan.

Ferrari. (Syubhan Akib – detikOto)

Bagi Ruhut sendiri membeli Ferrari karena sangat menguasai dan terpikat dengan kecepatan mesin mobil asal Italia itu. Bahkan ia mengaku sudah lama menjadi pembalab. Mobil sport memberikan sensasi tersendiri yang memacu adrenalin saat ia bisa menginjak gasnya di arena balap.

“Banyak yang punya Ferrari gak tahu cara bawanya, balap pun enggak ngerti, karena itu sering kecelakaan,” kata dia. “Kalau aku oke, silakan, tantang aku di Ancol. Aku kan pernah jadi pembalap. Di Medan semua teman-teman sekolahku tahu, aku juga waktu masih SMP-SMA pembalap liar. Tapi kalau di Jakarta ya hanya di sirkuit, aku gak mau balap liar, bahaya.”

Ketika ditanya apakah ia masih memiliki koleksinya itu, Ruhut hanya tertawa seraya berkilah sebagai anggota DPR ia hanya memakai mobil Innova. “Kan namanya juga wakil rakyat,” kata dia.

Baca Juga :  Antasari Azhar Divonis 18 Tahun Penjara

Tetapi ia tak menyangkal setiap pekan masih rajin menyambangi sirkuit balap Sentul untuk kebut-kebutan. “Suka, sampai sekarang aku masih member. Tiap minggulah karena anakku Owen Sitompul kan juga pembalap gokar,” tuturnya.detik.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*