Gayus vs Satgas

Gayus H Tambunan (google)

BANTAH-BANTAHAN melalui media harus dihindari keras oleh Satgas Pemberantasan Mafia Hukum (Satgas). Satgas harus fokus tidak pada pembelaan diri lewat wacana atau semacamnya. Jika tidak, keraguan yang selama ini begitu besar terhadap instrumen ekstra bentukan Presiden SBY ini akan semakin besar.

Demikian Sekretaris Umum Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sumatera Utara (FOKAL IMM SUMUT) kepada wartawan menanggapi polemik Gayus-Satgas Pemberantasan Mafia Hukum.

Amat tidak cukup dan amat tidak pantas dengan cuma mengatakan “Kami membantah keras tuduhan yang tidak berdasarkan fakta dan mengaburkan masalah mafia pajak dan peradilan yang dilakukannya,” Lagi pula, jika  pun Denny Indrayana memiliki transkrip pembicaraannya dengan Gayus untuk satu hal, apakah Gayus harus dianggap tidak punya? Harus pulakah dianggap ucapan Denny Indrayana dengan segenap pengerahan kemampuannya (berpolemik) tidak perlu dipertanyakan berdasarkan prosedur umum dengan pelibatan ahli teknologi komunikasi? tanya Shohibul Anshor Siregar dengan serius.

Katakanlah, tambah Siregar yang juga dosen Sosiologi Politik FISIP UMSU ini, untuk kasus kepergian ke Singapura ini Gayus kalah terhadap Dedy Indrayana, tetapi kasus Singapura itu kan bukan cuma soal itu? Begitu banyak hal yang wajib dipertanyakan tentang “Singapura-Gayus-Satgas, yang selama ini amat terkesan dibiarkan gelap sama sekali.

Menurut Koordinator Umum ‘nBASIS ini karena Satgas bukanlah instrumen citratokrasi (upaya besar pencitraan), maka kasus ini tidak mungkin dibiarkan menjadi komoditi pers belaka. Ajukanlah kasus ini ke pengadilan. Jika tidak, Satgas telah melemahkan diri sendiri dengan telah lari dari visi dan misi serta menempuh jalan sesat saat terbentur ketidak-profesionalan sendiri atau bahkan kehkhilafan atau bahkan kesalahan by design. Dugaan-dugaan seperti ini akan marak di tengah masyarakat selama Satgas memilih solusi polemik media.

Baca Juga :  DPR: Pembentukan Badan Siber Bukan untuk Tangkal Hoax Saja

Saya amat yakin bahwa Gayus dan Adnan Buyung Nasution tentu sudah sangat faham apa resiko tindakan mereka. Mereka sesungguhnya sedang ingin membawa ke gelanggang untuk menguji dan mencari kebenaran semua kasus ini dan tidak berhenti pada pernak-pernik yang tidak substantif. Maka hadapilah mereka dengan satu-satunya cara, yakni cara hukum. Itu kalau Satgas yakin dirinya tak akan terjerembab. (nBasis/SAS)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*