Gelar-Perkara Kasus PT. Toba Pulp Lestari di Polres Tapsel : Dishut Tak Mampu Bantah Tuduhan Rakyat

Sidang Gelar-Perkara kejahatan TPL di Aula PPKO Mapolres Tapsel

Padangsidimpuan, Gelar-Perkara kasus kejahatan PT. Toba Pulp Lestari (TPL) di Ruang PPKO Mapolres Tapsel Jl. SM Raja Kota Padangsidimpuan (Psp) berlangsung tegang penuh perdebatan sengit.  Pihak managemen TPL yang resmi melalui Direktur Juanda Panjaitan diundang Kapolres Tapsel AKBP Subandriya dengan Surat No. B/975/IX/2012/Reskrim tgl. 3 September 2012, terbukti takut mempertanggungjawabkan kasusnya dengan absen tidak datang hadiri Gelar-Perkara pada Rabu 4 September 2012. Sementara staf Dishut Tapsel tak mampu membantah paparan data dan bukti serta tuduhan masyarakat Sipirok, Angkola Timur dan Kota Psp tentang kejahatan TPL.

Gelar-perkara yang dipimpin Kanit-IV/Tipiter Aiptu H. SB Siregar dan Kanit-III/Tipikor Aiptu Mazni Aries dengan 32 orang perwakilan masyarakat Sipirok dan Angkola Timur beserta para aktifis lsm Alarm, dihadiri 3 staf Dinas Kehutanan (Dishut) Tapsel. Yaitu P2LHP Mayor Siagian, Petugas Penagih Setoran DR & PSDH Irsan Nasution dan P2SKSKB Anggara Harahap.

Perdebatan sengit mulai terjadi ketika ketiga staf Dishut tsb coba membuat penafsiran berbeda tentang ketentuan pasal-pasal dalam Permenhut P.55/Menhut-II/2006 dan P.8/2009 Tentang PUHH (Penata Usahaan hasil Hutan) dari Hutan Negara. Seperti pasal 6 ayat (7), (8), (10) serta ps 10 ayat (4) yang mewajibkan pemisahan KB (kayu bulat) dengan KBK (kayu bulat kecil), pembuatan BU (buku ukur), pembuatan LHP (laporan hasil penebangan) dibuat pegawai TPL di setiap  Tpn (tempat penumpukan) dekat lokasi setiap Blok tebang.

Kemudian P2LHP (petugas pengesah LHP) dari Dishut mengesahkan LHP juga di Tpn, berlanjut TPL bayar setoran DR & PSDH  baru kayu bisa diangkut dari Tpn di setiap Blok tebang seperti di Hotal, Panggorengan, Siturbis ke TPK di Maragordong.

Sewaktu masyarakat memaparkan bukti-bukti beserta para saksi bahwa TPL diduga keras menggelapkan volume hasil penebangan dengan taktik KB dan KBK yang ditebang tanpa ada BU, pengesahan LHP dan pembayaran DR & PSDH, buru-buru diangkut keluar lokasi Tpn, ketiga staf Dishut tsb mulanya mau coba putar-belit membuat penafsiran sendiri terhadap Permenhut P.55/2006 dan P.8/2009, namun sewaktu diperlihat setiap huruf, kata dan kalimat dalam kedua Permenhut tsb, akhirnya ketiga staf Dishut tsb cuma becus membungkam.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Alat Kesehatan, Wali Kota P.Sidempuan Bantah Terima Fee

Perwakilan masyarakat Angkola Timur menuntut agar Polres memerintahkan TPL untuk stop menebang dan mengangkut kayu dari lokasi Siturbis/Simandalu sebelum perkara perusakan tanah rakyat selesai. Untuk itu Polres diminta mengirim surat ke Kantor TPL serta memasang police-line di TKP. “Jika TPL masih nekat coba angkut kayu engan fifik kayu campur-aduk dan dokumen angkut FAKB fiktif manipulatif, kami massa akan tangkap dan serahkan lagi ke polisi. Biar kantor Polsek Sipirok dan Polres Tapsel penuh dengan truck kayu tangkapan rakyat”, ketus Ketua Kelompok Tani Simatoktong, Syawaludin harahap beserta saksi pelapor Amin Siregar.

Perwakilan dari Sipirok, Faisal Reza Pardede, Bobby Iskandar Siregar dan Zulfan Hutasuhut memaparkan kejahatan TPL menebang liar masuk areal Pertapakan kantor Pemkab Tapsel di Dano Situmba dan mencuri kayu sembari menyerahkan peta lokasi pencurian kayu beserta dokumentasi photo. Serta memberikan bukti temuan kasus tronton TPL merk Hino No.Pol: BM-8962-AB angkut KB campur-aduk KBK pakai FAKB tak jelas.

Dir. lsm Alarm, Achmad RM Hutasuhut sebagai jurubicara penutup dari perwakilan masyarakat menegaskan, “Masyarakat akan terus melakukan sweeping terhadap angkutan kayu TPL baik langsir dari semua Tpn ke TPK Maragordong maupun angkutan kayu dari TPK Maragordong ke pabrik TPL di Sosor Ladang Parmaksian Kab Tobasa. Semua kejahatan TPL akan ditindak tegas”, ultimatum Achmad Hutasuhut yang disambut tepukan tangan puluhan masyarakat yang hadir di Ruang PPKO Polres Tapsel.

Terakhir, sewaktu pihak Polres Tapsel selaku moderator Gelar-Perkara menawarkan usul pemeriksaan bersama Polres, perwakilan masyarakat dan Dishut untuk melakukan peninjauan lapangan ke lokasi penebangan TPL, dir lsm Alarm mengajukan pra-syarat, “Terlebih dahulu semua berkas perencanaan dan penebangan TPL beserta administrasi Dishut Tapsel harus diserahkan, guna dapat diuji dan dibuktikan kesesuaian data administrasi TPL dan Dishut dengan fakta penebangan dan pengangkutan kayu”.

Baca Juga :  Jalan Lintas Mahincat Bakal Diperbaiki

Menjawab prasyarat masyarakat, Kanit-IV/Tipiter AIPTU SB Siregar memberi waktu kepada Dishut Tapsel bersama managemen TPL menyerahkan semua berkas administrasi terkait selambatnya Jum`at sore tgl. 6 September 2012.

Beberapa pimpinan masyarakat Sipirok dan Angkola Timur menegaskan, “Kami akan mengikuti sikap Kapolres Tapsel melanjutkan penyidikan perkara kejahatan TPL sekaligus memantau ketegasan Bupati menindak persekongkolan Dishut yang diduga keras turut membantu kejahatan TPL”. ( ryzach morniff )

gelar perkara tpl 1 Gelar Perkara Kasus PT. Toba Pulp Lestari di Polres Tapsel : Dishut Tak Mampu Bantah Tuduhan Rakyat
Surat Undangan Kapolres Tapsel untuk rakyat, Dishut, TPL ikuti Gelar-Perkara
gelar perkara tpl 2 Gelar Perkara Kasus PT. Toba Pulp Lestari di Polres Tapsel : Dishut Tak Mampu Bantah Tuduhan Rakyat
Kanit-IV/Tipiter bersama Kanit-III/Tipikor pimpin Sidang Gelar-Perkara Kasus TPL.
gelar perkara tpl 4 Gelar Perkara Kasus PT. Toba Pulp Lestari di Polres Tapsel : Dishut Tak Mampu Bantah Tuduhan Rakyat
Puluhan warga Angkola Timur dan Sipirok memenuhi Aula PPKO Polres Tapsel
gelar perkara tpl 5 Gelar Perkara Kasus PT. Toba Pulp Lestari di Polres Tapsel : Dishut Tak Mampu Bantah Tuduhan Rakyat
Para pejabat Dishut Tapsel tak mampu bantah tuduhan kejahatan TPL.
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

24 Komentar

  1. Tidak jamannnya lagi MASYARAKAT takut sama PERUSAHAAAN TPL INDORAYON bawa – bawa BROMOB dan SEKURITY TPL hingga timbul bentrokan, itu tANDANYA Humas TPL penakut sama masyarakat karena TPL jelas bersalah merampas tanah rakyat dengan kekerasaan, maka timbul BENTROKAN . Bisa nanti seperti MESUJI , Makanya banyak belajar TAGOR MANIK dari orangtua supaya pintar bertindak jangan gegabah.

  2. ini akibat ulah Humas dari Porsea Tgaor Manik mengontak APARAT untuk pengamanan di saitnihuta, saya sudah ingatkan tetapi humas Tagor Manik keraskepala hingga timbul korban

  3. Mohon humas TPL tagor manik supaya merapat ke Desa Sait Nihuta Humbahas selesaikan kasus BENTROKAN ini karena ulah kau tagor manik menyewa -nyewa aparat ke hutan maka timbul bentrokan. Kota doloksanggul menjadi tidak nyaman karena ulah TAGOR MANIK dan JUANDA PANJAITAN humas TPL

  4. TPL benar melakukan tugasnya dikawasan yang diberi pemerintah, masyarakat SAITNIHUTA HUMBAHAS yang anarkis. Tagor Manik humas TPL

  5. perusahaan TPL wajib ditutup karena sudah memecahbelah MASYARAKAT SIPIL dengan PIHAK APARAT KEAMANAN BRIMOB. Tutup TPL sebelum TPL bertindak kurang ajar ditengah-tengah masyarakat yang sudah jenuh dibohongi pihak TPL INDORAYON ini. di Tapsel TPL tidak berani dan humasnya pada kabur menyelamatkan diri karena TPL pelaku illegallogging di hutan Tapsel

  6. Semalam telah terjadi bentrokan di SAIT NIHUTA KAB. HUMBANGHASUNDUTAN anatara Masyarakat dan Sekurity TPL dan brimob terkapar di lapangan. Inilah gara – gara ulah humas – humas TPL seperti juanda panjaitan, tagor manik, lambertus siregar, james tampubolon, jasmin parhusip, simon sidabukke, chairuddin pasaribu, betmen ritonga YANG SUKA MENGADU DOMBA PIHAK APARAT KEAMANAN BRIMOB dibenturkan dengan MASYARAKAT DI HUTAN KONSESI TPL, sehingga timbul korban . Mohon kita TUTUP BERSAMA TPL INDORAYON ini sehingga tidak banyak lagi KORBAN JIWA SIA-SIA akibat ulah HUMAS – HUMAS PATENTENGAN TPL INDORAYON ini. kasihan juga eksvator TPL dibakar masssa di kab. Humbahas

  7. newsapakabarsidimpuan …… kami juga anggota pers dari wilayah kota siantar yang sering ditipu orang TPL pembuat berita TPL ini. disuruh chairuddin kami buat berita bagus TPL eeee setelah berita terbit berita selalu positip TPL walaupun itu kami buiat-buat, pembayarannnya tersendat dan hanya dibayar uang kopi dan kami selalu rugi buat berita TPL yg positip karena ngak ada untungnya cuma dikasi jalan ke papbrik dan uang makan. itulah ulah ORANG tpl INI MEMPERDAYA WARTAWAN – WARTAWAN LOKAL. MARI kita sama-sama tutup TPL

  8. ORTEGA adalah nama samaran Chairuddin Pasaribu mantan wartawan pagi sore waktu ngemis di medan sana. Karena takut namanya dikenal di Tapsel , catut nama ORTEGA… pressrilis TPL yang diawaki Chairuddin kalah sama News apakabarsidimpuan, makanya ORTEGA iri ama berita apakabarsidimpuan yang menyuarakan KEBENARAN. Ortega bagusin beritamu di medan sama ama koran medan kasi banyak sama pamrednya supaya BERITA TPL bagus. tapi ingat TAPSEL ngak bisa anda sentuh

  9. ORTEGA dan qisya adalah nama samaran Tagor Manik kerjasama dengan Chairuddin untuk menakut-nakuti masyarakat dan PERS Tapsel yang MEMBELA KEBENARAN MELAWAN PENJAJAH TPL dan sekali lagi ORTEGA uangmu adalah uang Sukamto Tanoto, cuma gaji perbulan saja anda harapkan karena sudah menipu Tapsel menjual Tapsel ini untuk pabrik pulpmu. Ortega -Ortega adalah maling teriak maling yang sedang dikembangbiakkkan HUMAS TPL melawan Rakyat Tapsel. Tidak MAMPAN itu ORTEGA. Tunjukkan batang hidungmu di Tapsel ini, jangan asal ngomong ortega, bukan UANG diharapkan PEMERHATI LINGKUNGAN, tetapi KEJUJURAN MEMPERHATIKAN LINGKUNGAN.

  10. Sekali lagi atau mungkin berkali-kali lagi, JANGANLAH MENJUAL-JUAL NAMA DALAM MEMBERI KOMENTAR DALAM RUBRIK TENTANG KEGIATAN PT.TPL YANG DITOLAK DI TAPSEL INI. nama QISYA ….atau ORTEGA ….ataupun yang lain…. yang bela mati-matian memperjuangkan EKSPANSI TPL di Tapsel . adalah suruhan TPL dan anteknya mulai dari Direktur sampai mandor lap TPL.yang sudah mentok dan habis pikir kok ngak bisa ya TPL beroperasi di Tapsel. BENAR kata kawan – kawan yang MENOLAK PT.TPL khusus di Tapsel, apalagi komentar Bapak Salbani mantan petugas TUK TPL benar2 telah MENELANJANGI TPL sendiri apalagi beliau itu uda tahu dan buka rahasia TPL ke PUBLIK dan bagus menurut saya supaya jangan BANYAK LAGI KORBAN TPL ini. Bapak – Bapak dari Tapsel apalagi PERS BERITAKAN YANG SEBENARNYA bahwa TPL jelas 2 Bersalah dalam pengelolaan hutan di Tapsel ini dan sedang dalam Ranah Hukum , kita ikuti terus perkembangannnya. Uang Sukamto Tanoto yang disuruh baik Juanda Panjaitan dan Chairuddin Pasaribu mendistribusikannnya di Tapsel akan HABIS tanpa hasil alias…. KAYU – KAYU yang diklaim TPL miliknya tetap teronggok di Tapsel tak bisa dibawa ke Porsea. Kasihan TPL jangan arogansi lagi. n ama – nama samaran Qisya atau Ortega adalah petugas dan suruhan TPL .aPA YANG DIBERITAKAN pers Tapsel News apakabarsidimpuan BENAR SESUAI FAKTA DI LAPANGAN. Orang seperti Qisya atau Ortega tunjukkkan nyalimu datang ke Tapsel bertemu kita disana untuk suatu KEJUJURAN BERDEMOKRASI.
    HIDUP TAPSEL tolak TPL

  11. qisya = ortega menyaingi berbuat tak mampu, mendengki sangat mampu. Sama juga kehidupan pribadinya, mendengki keluarga orang yg harmonis karena anak-istrinya meninggalkan dia sibejat moral seranjang sama gendaknya dengan nafkah hidupnya menyewakan bisnis zinah dari warisan.
    Soal TPL? Direktur Umum Juanda Panjaitan, Direktur Komunikasi Chairudin Pasaribu, Sektor Manager James Tampubolon yg dah pening belasan ribu M3 kayu plus ribuan batang tegakan diblokade lsm tokh nggak berani nuduh dimintai duit. Eeh… si kunyuk awam pinggiran iri dengki karatan mau asbun nihil data kopong fakta. Sekali lagi, kecian deh loe !

  12. SEMUA INI HANY AKAL2AN MURNIF AJA, MURNIF MENCOBA MINTA UANG AMA TPL TAPI TPL TDAK MAU NGASIH, RIBUTLAH MURNIF TRUS TPL LEBIH PINTAR KATANYA TPL MANA MAUNGASI UANG AMA LSM YANG KANTORNYA DI GANG SEMPIT DAN KUMUH APALAGI BERITA YANG TITULIS MURNIF KURTANG BERMUTU, MAKA KASUS YANG DIBUAT-BUAT INI TERUS BERLANJUT, JD HIMBAUAN SAYA AMA TPL JANGANPERNAH KASI UANG AMAMURNIF YANG SUDAH OIMPONG ITU

  13. Kapolres dituntut agar copot, Kapolres baru mau nggak pegang jabatan lalu dikoncoi TPL lantas dituntut lagi spy copot? Habiskanlah duit Sukanto Tanoto sogok setiap ganti kapolres dan kasatreskrim baru, rakyat yg tinggal di Tapsel siap adu tahan.

  14. -Trik TPL di lapangan oleh petugas Tata Usaha Kayu dan Harvestingnya juru tebang dan muat , supaya kayu agak samar – samar terkadang dibakar sedikit, sehingga seakan – akan kayu itu sudah kemarin ditebang untuk mengelabui masyarakat yang PAHAM akan proses kayu TP, ini.
    -Trik TPL lainnnya ,menebangi kayu di hutan konsesi di luar luasan Hektar RKT tahun ini, diberi INSENTIF lebih untuk kru tebang chainsaw . sehingga tumpukan kayu yang ditebang diluar RKT menunp[uk setiap hari, otomatis ini jika tidak diawasi akan LOLOS ke Porsea setiap sore atau malam harinya saat orang – orang tertidur lelap. Resiko Terburuk TPL bila tertangkap tangan oleh siapapun paling – paling ngaku salah… tapi kayu itu nantinya juga dibawa ke pabrik porsea dan kalau akhir tahu disebut CARRYOVER ke RKT TAHUN BERIKUTYA, sehingga nyata-nyata terjadi dan disengaja TPL tebang sebanyak banyaknya dulu dilapangan, nanti kalau sudah over tinggal surati dishut dan kasi SAWERAN ke dishutnya kayu sudah siap diangkut ke porsea. Negara dirugikan TRILYUNAN RUPIAH oleh mafia TPL
    -kONTRAKTOR truk atau alat berat dan chainsaw yang mau melakukan ini dibayar upahnya diatas harga Normal dan biasanya dinegosiasikan OLEH HUMAS seperti TAGOR MANIK untuk kerja ini dan rata – rata berasal kointraktor dari TAPUT dan SIANTAR.
    Paling Bagus untuk menolak kemauan TPL ini yang jelas MANIPULASI NEGARA adalah menangkap tangan kayu, truk, operator,petugas TUK,Petugas Dishut atau sekalian aparat yang membekap mereka di lapangan, bersama – sama rakyat tAPSEL KITA BISA.

  15. Saya dulu petugas TATA USAHA KAYU TPL dan setelah membaca berita dan komentar ini saya memberi komentar karena saya tahu persis ini pekerjaan saya dengan DISHUT saat di TPL :
    1.Benar disemua area hutan produksi yang sudah ditebang, TPL melakukan kejahatan sekongkol dengan DISHUT baik kubikasi KB atau KBK atau BBS Bahan baku serpih untuk pabrik TPL di Porsea. TPL memerintahkan supaya karyawan melakukan kejahatan ini sehingga volume kayu dan ukuran kayu yang ditebang dikurangi semua sehingga pembayaran psdh atau dr untuk NEGARA RI melalui dishut petugas yang dihunjuk terjadi praktik MANIPULASI NEGARA. Terjadi di semua sektor TPL baik di Habinsaran, Tele, Aek Nauli, Tarutung Aek Raja dan terakhit di Tapsel ini. memang karena tidak banyak masyarakat yang mengetahuinya dan tidak FOKUS melihat kejahatan TPL ini, saya salut untuk TAPSEL mau melakukannnya dan TPL berpikir seribu kali untuk operasi di hutan Tapsel dan kekurangan kayu akan ini mengganggu pabriknya di porsea
    2.Lagu lama TPL mengatakan kayu itu tidakperlu bersurat di lokasi TPn atau TPk. itu hanya akal-akalnan petugas TUK TPL dan pejabat dishut. walaupun sekaliitu masih dilokasi konsesi tempat tebang TPL, ditumpuk TPL , mesti harus bersurat diketahui DISHUT pejabat lap. karena saat itulah PETUGAS-PETUGAS TPL menebangi hutan disekitar Zona Hijau Buffer Zone , sempadan sungai, SEMUA KAYU – KAYU HABIS DIBABAT TPL , makanya dilarang asyarakat atau pers melihat langsung proses tebangnya di lapangan. SEhingga NEGARA dirugikan Trilyunan Rupiah setiap tahunnnya oleh ulah TPL memainkan kubikasi, volume , ukuran kayu, jenis kayu mahal, data-datanya ditukangi TPL sehingga TPL jadi kaya raya diatas penderitaan rakyat.Saya jelaskan ini karena TPL tidak pernah menghargai masyarakatnya .
    3.Kayu-kayu MHW Kayu Rimba Campuran dari Tapsel yang akan menghasilkan mutu pulp grade A , cuma dibayar PSDH dan IR paling banter 30 % dari sebenarnya, sisanya 70% seharusnya pembayaran itu untuk BONUS MANAGER DAN BONUS HUMASNYA. Makanya karyawan bawah TPL miskin terus gajinya kecil dan MANAGER kaya raya. sisanya dibagikan untuk dishut setempat yang telah berlelah membantu KEJAHATAN TPL Merusak Hutan Dunia ini.
    Horas. mari tutup perusahaan tpl YANG LEBIH jahat dari INDORAYON dulunya.

  16. kasihan masyarakat di sipirok, Management TPL tidak akan pernah akan hadiri undangan polres Tapsel selesai perkara masyarakat gigit jari

  17. P2LHP Mayor Siagian beserta kambratnya di Dishut Tapsel dan komplotannya manager James Tampubolon, kordinator Betmen Ritonga, humas Riza Pasaribu, penerbit FAKB Ramson Sinaga di PT. TPL memang bajingan tengik lidah tak bertulang muka badak. Tadi Kamis sore tgl 6/8, 3 tronton BM-8962-AB, BK-8441-BP, BK-9797-BF ketahuan muat kayu TPL tebangan baru tadi pagi di Tpn Desa Garonggang –karena kemarin Rabu sa`at Gelar Perkara di Mapolres Tapsel si Mayor ngoceh kayu dimuat dan dikasi FAKB di TPK Maragordong– barusan malam ini warga Sipirok periksa sewaktu ketiga tronton tsb melintas, terbukti kayunya masih bergetah dan campur-aduk KB dgn KBK. Ketika warga Sipirok telpon Kasat Reskrim Lukmin Siregar malah ngelak, Kanit-IV Samsul Bahri Siregar nyuruh tanya P2LHP Mayor Siagian. Bobroknya, sewaktu si Mayor ditanya via telpon kok bisa kayu tebangan baru tadi pagi sore terus dimuat sore tadi dan diangkut dari Tpn langsung ke pabrik TPL di Porsea, si Mayor silat-lidah tadi siang dia sudah sahkan LHP di Tpn Garonggang.
    Konyolnya, sewaktu isi data ketiga dokumen FAKB ketiga tronton diteliti, ternyata disebut kayu asal LHP tgl 31/7 alias kayu tebagan lama dimuat di TPK Maragordong. Gamblanglah sudah persekongkolan TPL berkomplot dgn Dishut menukangi administrasi sementara Polres Tapsel mengelak tindakan hukum dgn taktik dalih kilah. Klu dah gini asa akhir tinggal pada Kapolres Subandriya dan Bupati Syahrul, becus nggak kedua Muspida Tapsel ini membersihkan instansinya dari bawahan bermental antek konglomerat hitam TPL?

    • KAPOLRES HUMBAHAS diganti kemarin karena BENTROK ULAH HUMAS TPL Tagor Manik bawabawa BRIMOB ke hutan bentrok sama warga dan ada korban, ulah TPL tidak mempan di Tapsel ……….. ujungujungnya bentrok di humbahas dan simalungun. kualat si Tagor manik tpl ini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*