Gempa 5,5 SR Goyang Psp

Gempa berkekuatan 5,5 skala richter (SR) menggoyang Kota Padangsidimpuan (Psp) dan sekitarnya, Jumat (25/3) pukul 16.14 WIB. Gempa berpusat di 46 km barat daya Psp.

Gempa yang berlangsung sekitar 2-3 detik ini dirasakan beberapa warga Kota Psp. Namun, sejumlah warga lainnya mengaku tidak merasakan adanya gempa.

Jimi dan Tina, karyawan kantor di Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Psp Utara, Kota Psp mengaku merasakan getaran gempa meski hanya beberapa detik. Keduanya pun terpaksa keluar kantor.

“Karena takut, makanya kami langsung turun dari lantai dua. Goyangannya (gempa, red) terasa,” ucap Jimi.

Senada dikatakan Tina. “Saya merasakan adanya gempa meski gempa hanya sesaat dan pelan,” ujarnya.

Berbeda halnya dengan D boru Siregar (28), warga Kelurahan Padangmatinggi. Dia mengaku tidak merasakan adanya gempa.
“Saya tidak tahu ada gempa,” katanya.

Hal yang sama juga dikatakan S Simanjutak (31), warga Kelurahan Sadabuan. “Memang ada gempa ya? Saya kok sama sekali tidak merasakannya,” katanya bertanya.

F boru Siregar (21) warga Kelurahan Kantin, juga mengaku tidak merasakan adanya gempa. “Saya tidak tahu ada gempa dan tidak terasa getarannya,” ungkapnya.

Belum AdaLaporan Kerusakan
Kepala Bagian Humas dan Portokoler Pemkab Tapanuli Selatan Ahmad Fauzi Ritonga mengatakan, hingga kemarin pukul 17.30 WIB, di wilayah Tapsel belum ada informasi kerusakan yang terjadi akibat gempa baik dari desa/kelurahan dan kecamatan.
“Hingga Jumat sore (25/3) belum ada laporan kerusakan,” ujar Fauzi kepada METRO.

Fauzi mengaku juga merasakan getaran gempa ketika dirinya bekerja di ruang kerjanya. Meja kerja Fauzi dan peralatan lainnya yang ada di atas meja seperti komputer ikut bergetar akibat getaran gempa.
“Terasanya (gempa, red) tidak sampai 5 detik, mungkin sekitar 2 detik,” pungkasnya.

Subur Pulungan (28), warga Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas mengaku tidak merasakan gempa. Demikian juga dengan Kadam Harahap, warga Binanga, Kecamatan Barumun Tengah. Dirinya juga bingung ketika ditanya apakah ada merasakan getaran gempa.
“Kalau gempa tidak ada terasa,” tuturnya.

Baca Juga :  Koordinator Aksi Keprihatinan UMTS: Sesudah Unjuk Rasa Kami Di Ajak Ber Tinju

Di Kabupaten Padang Lawas Utara, seperti di Gunung Tua dan sekitarnya, Kecamatan Padang Bolak, sejumlah warga juga mengaku tidak ada merasakan getaran gempa.

Salah seorang warga, Seri (28), mengaku tidak merasakan gempa ketika dirinya sedang duduk di depan rumahnya.
“Tidak ada getaran bang,” ucapnya.

Sementara Ongku (45) warga Lingkungan I, Gunung Tua yang dihubungi melalui telepon selulernya juga mengaku tidak merasakan gempa. “Kapan ada gempa? Saya tidak ada merasakannya,” tukasnya.
Gempa Juga Goyang Madina

Sejumlah warga Kabupaten Mandailing Natal (Madina) juga merasakan getaran gempa kecil yang tidak sampai membuat kerusakan.

Meski demikian, warga mengaku khawatir dengan datangnya gempa tersebut. Kekhawatiran warga juga dipicu dengan kondisi cuaca alam yang tak stabil sejak sebulan terakhir. Ini dibuktikan dengan tingginya curah hujan yang turun hampir setiap hari.

Romulo Siregar (35), warga Jalan Bermula Kelurahan Sipolupolu, Kecamatan Panyabungan kepada METRO, Jumat (25/3) mengaku dirinya merasakan gempa yang datang Jumat sore meskipun gempa tergolong kecil.

Saat gempa terjadi, dirinya bersama istri dan satu anaknya serta tetangganya yang lain keluar dari rumah masing-masing karena takut datang gempa susulan.

”Memang getarannya hanya sedikit dan hanya sebentar saja, mungkin sekitar 10 detik.

Tapi kita trauma dengan kejadian di Jepang serta kejadian yang pernah dialami warga Madina sebelumnya. Untuk antisipasi itu kami bersama tetangga yang lain yang sedang di dalam rumah, tanpa dikomando keluar dari rumah masing-masing,” sebut Romulo.

Dikatakannya, rumahnya tidak mengalami kerusakan akibat gempa. Hanya saja satu buah gelas yang berada di atas meja di dapur rumahnya terjatuh.

Baca Juga :  Adik Kandung Bupati Tapsel Di Duga Sebagai Otak Pelaku Penganiayaan 6 Angota DPRD Tapsel

”Apakah karena gempa itu atau tidak, pastinya usai gempa berhenti saya lihat di dapur gelas yang baru saja saya gunakan terjatuh ke lantai,” katanya.

Sementara itu, Irfan (35), pengusaha warung internet di Kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan kepada METRO mengatakan, dirinya juga merasakan ada gempa pada Jumat sore.

Dirinya yang saat gempa terjadi sedang mengetik makalah di komputer operator, spontan menghentikan pekerjaannya, dan bersama pengunjung warnetnya lalu keluar dari ruang masing-masing. ”Saya khawatir dengan kondisi di Jepang terjadi di Madina. Tapi untunglah gempanya hanya terasa sebentar saja dan tak ada yang rusak,” terang Irfan.

Kabag Humas Pemkab Madina M Taufik Lubis SH kepada METRO juga mengaku menerima laporan dari sejumlah pegawai di Pemkab Madina dan camat terkait adanya gempa. Sementara kerusakan bangunan akibat gempa, belum diketahui.

Pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui akun resminya di Twitter, membenarkan adanya gempa di Kota Psp.
“Gempa Mag:5.5 SR, 25-Mar-11 16:14:30 WIB, 80 Km, (46 km Barat Daya Padangsidimpuan-Sumut),” demikian bunyi informasi di Twitter itu.(metrosiantar)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*