Gempa Aceh Ganggu 11 Pembangkit Listrik di Sumut

PLN Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) mengungkapkan 11 pembangkit di Sumatra Utara (Sumut) mengalami gangguan menyusul gempa berkekuatan 7,2 SR di Simelue Aceh, Rabu (7/4) pagi.

“Gangguan di 11 pembangkit di Belawan itu membuat PLN Sumbagut  kehilangan daya 800 MW dari 1.300 total daya listrik,” kata General Manager PT PLN Sumbagut, Dedy Pranoto di Medan.

Manajemen sedang memperbaiki sistem itu agar pemadaman listrik yang terjadi di beberapa lokasi bisa diatasi. Ia menjelaskan, akibat gempa itu pembangkit di Belawan hampir semua lepas, sehingga sistem Sumut kehilangan pasokan 800 MW dan hingga Rabu siang dalam proses pemulihan.

Hingga sekitar pukul 11.00 WIB ini, 350 MW telah masuk sistem kembali dari 93 penyulang sehingga tinggal 10 penyulang lagi yang belum masuk. “PLN terus bekerja memperbaiki mesin agar secara bertahap daya di pembangkitan Belawan pulih,” katanya.

Dia menjelaskan, akibat jaringan listrik belum pulih di Sumut, pasokan daya untuk Aceh terpaksa dihentikan sementara. Humas PLN Pembangkitan Sumut, Marodjohan Batubara menjelaskan, akibat goncangan gempa, alat proteksi/pengaman mesin bekerja dan secara otomatis menghentikan mesin yang sedang beroperasi.

Dari 11 unit mesin pembangkit di Belawan, seusai gempa hanya satu yang hidup termasuk dua unit PLTU Labuhan Angin. “Hanya mesin PLTA Lau Renun dan Sipan Sihaporas yang tidak terpengaruh/terganggu,” katanya. (Ant/OL-06)

PLN: Listrik Aceh-Sumut 100% Pulih Nanti Sore

JAKARTA – PT Pembangkit Listrik Negara (PLN) menuturkan pasokan listrik ke daerah Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) pascagempa bumi baru akan seratus persen pulih pada sore mendatang.

“Diperkirakan listrik akan pulih 100 persen nanti sore. Beban listrik di Sumut rata-rata adalah 970 megawatt (MW) dan di NAD rata-rata 270 MW,” kata Humas PLN Bambang Dwiyanto melalui pesan singkatnya kepada okezone di Jakarta, Rabu (7/4/2010).

Hingga siang ini, pasokan listrik ke daerah Aceh dan Sumut sudah beroperasi sekira 70 persen.

“Saat ini sudah sekitar 70 persen listrik di Sumut dan NAD sudah menyala. Tadi pagi sesaat setelah gempa listrik di dua propinsi itu sempat padam sekitar 80 persen, dimana yang menyala hanya 20 persen,” kata Bambang.

Sesuai prosedur tetap operasi listrik saat bencana, dia melanjutkan jika PLN memprioritaskan menyuplai listrik ke instalasi vital seperti rumah sakit, posko bencana dan kantor pelayanan publik. “Hal ini utk membantu kelancaran pemulihan kondisi pascagempa,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, gempa bumi di Sumut dan NAD tadi pagi sempat menggetarkan beberapa pembangkit listrik dan menyebabkan terjadinya gangguan di pembangkit sehingga tidak bisa mensuplai listrik ke pelanggan. Beberapa pembangkit besar yang sempat terganggu adalah PLTGU Belawan, PLTU Labuhan Angin, PLTA Renun dan PLTG Paya Pasir.

“Menyadari bahwa infrastruktur listrik merupakan sarana vital dalam recovery bencana, PLN bekerja ekstra keras untuk memulihkan listrik pascagempa. Upaya pemulihan dilakukan secara bertahap,” tukas dia.(wdi)

/mediaindonesia.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*