Gempa Berkekuatan 5,5 Skala Richter Guncang Taput

Gapura Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pangaloan, Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) rusak akibat gempa berkekuatan 5,5 SR yang mengguncang Kecamatan Pahae Jae dan Kecamatan Simangumban, Taput, Selasa (14/06/2011) pagi. Akibat gempa tersebut, sejumlah fasilitas pemerintah dan masyarakat rusak parah, seperti sekolah, rumah ibadah, rumah penduduk dan jalan negara. (Ist)

Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) mengguncang dua kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara yakni Kecamatan Pahae Jae dan Simangumban, Selasa (14/06/2011) pukul 07.08 WIB dan pukul 10.00 WIB.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa 22 kilometer sebelah tenggara Kota Tarutung, Ibukota Kabupaten Tapanuli Utara. Akibat guncangan gempa tersebut beberapa fasilitas pemerintah dan masyarakat rusak parah, seperti sekolah, rumah ibadah, rumah penduduk dan jalan Negara.

Bahkan sempat terjadi kemacetan karena tanah longsor di badan jalan Siallang Lubang Nihomang, Kecamatan Pahae Jae.

“Kami sangat ketakutan atas guncangan gempa tersebut. Rumah kami rusak parah dan tidak dapat dihuni lagi karena pundasi dan dinding rumah telah retak-retak. Kami tidak berani masuk ke rumah, untuk sementara kami membuat tenda di luar rumah mengantisipasi gempa susulan,” ujar P Sitompul, warga Pagaloan, Kecamatan Pahe Jae saat ditemui di lokasi pengungsian.

Di tempat terpisah, salah seorang Guru SD Negeri 173238 Pangaloan mengatakan, sekoah tempatnya mengajar telah hancur akibat gempa. Ia tidak tau dimana nantinya siswa sekolah ini melaksanakan ujian, karena minggu ini siswa akan melaksanakan ujian semester.

“Harapan kami kepada dinas terkait agar memperhatikan gedung untuk tempat melaksanakan ujian nantinya,” harapnya.

Sementara Camat Simangumban D Nainggolan saat dikonfirmasi melalui telepon seputar gempa yang mengguncang daerah Pahae dan Simangumban menjelaskan, akibat gempa tersebut sejumlah fasilitas pemerintah dan masyarakat rusak parah, seperti gedung sekolah, rumah ibadah,Jalan negera dan rumah penduduk.

Baca Juga :  Bill Gates Sumbang Indonesia Rp 451,3 Miliar buat RI Atasi Penyakit

Saat ditanya apakah ada korban jiwa akibat kejadian tersebut, Camat dengan tegas mengatakan sampai saat ini belum ada laporan korban jiwa.

Pantauan wartawan di dua kecamatan, pasac gempa terjadi, anggota Polres Taput langsung turun ke lokasi yang dianggap rawan. Selain itu beberapa ruangan sekolah hancur dan tidak dapat digunakan lagi. Ruas jalan negara di dua kecamatan retak-retak, rumah ibadah dan beberapa rumah penduduk rusak.

Sumber: beritasumut.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Turut prihatin…Doa kami dari jauh: Semoga saudara2ku di Pahae tabah dengan kejadian ini, Badan Kordinasi Penanggulangan Bencana dapat bekerja dengan sigap, agar kerugian yang diakibatkan dapat diminimalkan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*