Gerah Dibohongi, Warga Luat Pinarik Datangi PT. PHS Kebun Papaso

Warga Luat Pinarik saat mendatangi PT. PHS Kebun Papaso

Sejumlah 300 an warga yang tergabung dalam masyarakat Luat Pinarik, Kecamatan Batang Lubu Sutam (Batam) Kabupaten Padang Lawas (Palas) kembali mendatangi Kantor PT. Permata Hijau Sawit (PHS) di Desa Papaso, Kecamatan Batam, Palas, Selasa (17/2/2015) terkait Surat Pernyataan Keberatan oleh warga luat pinarik tertanggal 9 Februari 2015 telah disampaikan dengan memberi waktu selama satu minggu untuk dijawab.

Rombongan warga sampai di kantor PT. PHS Kebun Papaso sekira pukul 15.10 Wib, dengan dikawal personil polisi dari Polsek Sosa yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Sosa Henman Limbong serta turut hadir Camat Batang Lubu Sutam Imran Rosidi Harahap, langsung diterima oleh manager PT. PHS Kebun Papaso AJ. Sirait

Musyawarah Mediasi digelar dengan dihadiri Camat Batang Lubu Sutam, Kapolsek Sosa, Manager PT. PHS Kebun Papaso dan tujuh orang perwakilan masyarakat luat pinarik yakni, Ahmad Sarmadi Nasution, Gading, M Tahir Nasution, Hasan Siregar, Munawir Lubis, Gindo Hamid dan Amru Nasution dari perwakilan Kepemudaan

Sempat tegang, karena belum ada jawaban dari pihak perusahaan. Namun akhirnya perwakila masyarakat luat pinarik menerima dan kembali memberikan waktu selama tiga pekan kedepan untuk menunggu jawaban surat yang mereka sampaikan, karena hingga kedatangan yang ke dua tersebut pihak direksi PT. PHG di Medan belum menjawab surat yang dilayangkan.

Baca Juga :  Baru 59 Desa Yang Mencairkan Dana Desa Dari 303 Desa Di Kabupaten Padang Lawas Untuk Tahap Awal
Warga Luat Pinarik saat mendatangi PT. PHS Kebun Papaso

Camat Batam juga meminta waktu kepada masyarakat paling lambat dua pekan untuk berkoordinasi dengan Pemkab Padang Lawas terkait persoalan itu. “Saya belum berkoordinasi dengan Pak Bupati, saya minta dalam waktu paling lambat dua minggu,” katanya

Setelah sepakat, warga membubarkan diri dengan tertib dan berjanji akan kembali datang setelah waktu yang ditentukan. “Kita tunggu waktu yang disepakati, kan tiga minggu. Nanti kita akan kembali untuk itu. Ini kan persoalan hak masyarakat banyak,” ujar Ahd. Sarmadi warga Desa Botung, Pinarik

Manager PT. PHS Kebun Papaso AJ. Sirait saat diminta konfiarmasi enggan memberikan keterangan, ia mengatakan persoalan yang terjadi mutlak hanya pihak direksi yang bisa memutuskan. “Saya disini hanya sebatas mengatur operasional pekerjaan, keputusan semua ada pada direksi. Semua kita sampaikan kepada direksi di medan. Kita hanya menunggu keputusan,” ujarnya

Sirait juga berjanji akan secepatnya mendesak pihak direksi untuk menjawab surat yang dilayangkan masyarakat. Ia jua berjanji, pabila dalam kurun waktu paling lambat dalam waktu dua bulan tidak ada solusi, ia lebih baik mengundurkan diri. “Saya dalam hal ini tertekan ke masyarakat juga ke perusahaan, kalau dalam waktu dua bulan tidak selesai, saya lebih baik mengundurkan diri,” tegasnya

Saat ditanya tentang perjanjian-perjanjian sebelumnya oleh PT. PHS dan masyarakat yang belum diselesaikan, Sirait tidak berkenan menjawab. Namun ia menjelaskan, lahan yang ia kelola seluas 2.800 an Hektare.

Baca Juga :  Awan Tebal, Hati-Hati Melintas di Aek Latong!

/EDI

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*