Gerakan Mahasiswa Peduli Padang Lawas (GMP3): Tuntaskan Proyek Praspem Berbiaya Rp216 Miliar..!

Gerakan Mahasiswa Peduli Padang Lawas (GMP3) mendesak Bupati Palas, Basyrah Lubis SH untuk menuntaskan proyek multy years Prasarana Pemerintahan (Praspem) yang belum jelas kelanjutannya. Proyek beranggaran Rp216 miliar sudah memasuki tahun ke-3 dan TA 2010 sudah ditampung Rp6,7 miliar, tapi realisasinya belum jelas.

“Kita berharap agar Bupati Palas memprioritaskan kelanjutan pembangunannya, mengingat proyek raksasa yang bernilai Rp216 miliar tersebut tidak jelas bagaimana realisasi anggarannya. Apalagi saat ini kondisi di lapangan, lahan yang sudah dimatangkan pihak rekanan sudah kembali menjadi ‘hutan’,” terang Ketua GMP3 Mardan, Hanafi Hasibuan kepada METRO, Kamis (23/6) kemarin.

Disebutkan Mardan, pihaknya sudah berulang kali melakukan aksi besar-besaran ke Pemkab Palas untuk mendesak dilaksanakannya pembangunan kantor Bupati, namun pihak Pemkab terkesan tutup mata. “Aksi kita sudah berulang-ulang dilakukan, hanya saja Pemkab Palas terkesan tidak peduli. Untuk itu kita ingin pembangunan di Palas berjalan dengan baik sesuai semangat dan cita-cita pemekaran,” tegasnya.

Apalagi sebut Mardan, pihaknya menduga persoalan proyek multy years syarat dengan praktek KKN. “Semua pihak harus mendukung pembangunan kantor Bupati, karena ini merupakan lambang pemerintahan kabupaten yang harus ditunjukkan kepada daerah lain sebagai wujud keberhasilan Pemkab dalam menata pemerintahan,” tukas Mardan. Sementara, Selasa (14/6) lalu, Kadis PUD Palas, Chairul Windu Harahap menyebutkan, Pemkab Palas saat ini masih melakukan lobi ke pusat untuk anggaran pembangunan dana kantor Bupati tersebut, dimana sumber dana yang saat ini di lobi dari APBN, adhock dan sumber dana lainnya.

Baca Juga :  Polres Tapsel Peroleh Bantuan 2 Unit Kendaraan Opsnal

“Karena taksasi dana yang diperlukan untuk pembangunan kantor Bupati berkisar Rp10 miliar lebih, sehingga inilah yang menjadi prioritas kita tahun 2011 ini, karena saat ini kondisi perkantoran Bupati tidak memadai lagi,” ujar Chairul Windu.
Lebih lanjut Windu menjelaskan, untuk tahun ini yang paling prioritas utama adalah pembangunan Kantor Bupati dan Gedung DPRD Palas, hanya saja anggaran APBD Palas tidak memadai untuk pembangunan kantor tersebut, sehingga di lobbi ke pusat.

Ditanya mengenai laporan kemajuan proyek pembangunan gedung DPRD Palas yang sudah berlangsung sejak tahun 2010 lalu yang hingga saat ini belum jelas bagaimana pembangunannya. “Memang ada kendala teknis saat ini, termasuk dalam pembebasan lahan milik Dinas Kehutanan Perkebunan Pemprovsu yang ada di areal lokasi pembangunan Praspem,” urai Kadis. (amr/mer)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*