Gerakan Masyarakat Peduli Padang Lawas (GMPP) : ADA APA DENGAN KPK, APA ADA?

SIBUHUAN – Gerakan Masyarakat Peduli Padang Lawas (GMPP) akan terus menyuarakan dan mendesak meminta KPK turun Ke-Padang Lawas untuk memeriksa para Koruptor di Padang Lawas.

GMPP melalui Hasnul Hadiansyah Nasution saat dikonfirmasi menunjukkan sikap kesal, mengatakan “KPK adalah harapan rakyat untuk menjerat para koruptor di Negeri ini, kami berharap jangan hanya Korupsi dipusat saja yang disoroti, daerah juga sangat tercemar dengan koruptor, kita juga berharap KPK dapat melihat penderitaan rakyat di daerah akibat ulah para kopruptor” tandasnya

Gebrakan KPK menangani dan menangkap orang-orang tertentu dan kebanyakan dari daerah kini jadi sorotan masyarakat di Sumatera Utara, kasus Bank Century, Jhony Allen, Hary Sabarno dan banyak lagi, tak juga ketahuan ujung pangkalnya. “Ada apa atau apa ada dengan KPK? Kok kelihatannya KPK bertindak tebang pilih yang pada akhirnya bisa menimbulkan asumsi seakan KPK bisa distel untuk menahan yang itu dan tidak menahan yang ini” lanjutnya

GMPP berharap KPK bisa memeriksa korupsi di Padang Lawas, karena diduga para penegak hukum di Sumatera Utara khususnya di Padang Lawas tidak atau belum satu pun menahan dan membuktikan bahwa koruptor harus dihukum. Banyak pengaduan yang dilayangkan Masyarakat ke Cabang Kejaksaan Republik Indonesia (Kacabjari) sibuhuan, namun belum ada yang diproses hingga dibuktikan bersalah.

Disatu sisi, Padang Lawas yang dimekarkan tujuh tahun lalu sudah sangat tertinggal dibanding Kabupaten Tetangga, Padang Lawas utara yang sama – sama dimekarkan

Baca Juga :  Truk Over Tonase Resahkan Warga Pantai Barat Madina

GMPP yang membuat selogan “Saatnya Masyarakat Padang Lawas Angkat Bicara” akan terus menyuarakan dan menuntut apa yang menjadi hak masyarakat padang lawas sebagai bentuk kepeduliannya kepada Padang Lawas, tandas Adlan Hamidi Lubis yang juga Ketua Pemuda Demokrat Indonesia DPC Padang Lawas (Tasosa)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*