Gerakan Rakyat Berjuang (GRB) Unjuk Rasa Minta Kapolsek Barumun Tengah Dicopot

WOL Photo Gerakan Rakyat Berjuang (GRB) Unjuk Rasa Minta Kapolsek Barumun Tengah Dicopot
(WOL Photo/Ega Ibra)

MEDAN – Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Berjuang (GRB) menggelar aksi unjuk rasa dan meminta DPRD Sumut untuk memanggil Kapolda Sumut dan menyurati Kapolri untuk mencopot Kapolsek Barumun Tengah.

Pengunjukrasa menilai Kapolsek Barumun Tengah lalai menjalankan tugas sebagai pengayom masyarakat. Hal ini terkait dengan penembakan yang dilakukan oknum Polsek Barumun tengah kepada warga Aek Buaton Kabupaten Padang Lawas saat melakukan unjuk rasa.

Dalam aksinya, pengunjukrasa membawa bendera simbol perjuangan dan kertas yang bertulisan penentangan aksi penembakan, menyampaikan aspirasi mereka dengan menggunakan alat pengeras suara. Sementara, pihak kepolisian bersama dengan Security gedung DPRDSU terus berjaga, mengantisipasi aksi damai yang dilakukan pendemo, hari ini.

Koordinator Aksi, Zul Paisar Hasibuan mengatakan, kesejahteraan untuk rakyat di bumi pertiwi ini sudah pupus dan diambang angan-angan. Dimana-mana kita lihat pertikaian antara rakyat dengan rakyat, dengan penegak hukum dan sesama penegak hukum kerap terjadi.

Parahnya lagi, ungkap massa, perampokan yang dilakukan oleh penguasa tanah sudah menjadi polimik, pemerkosaan hak-hak rakyat selalu diabaikan, sehingga menimbulkan konflik herizontal ditengah kehidupan masyarakat, seperti yang baru terjadi di kecamatan Barumun Tengah kabupaten Padang Lawas.

“Inilah bentuk buruknya kinerja aparat penegak hukum kita, sehingga seenaknya saja menembak masyarakatnya dengan tidak manusiawi, seperti layaknya coboy jalanan,” katanya.

Untuk itu pengunjukrasa meminta pihak DPRD Sumut selaku wakil rakyat diminta segera memanggil Kapoldasu, Kapolres Tapsel, Kapolsek Barumun Tengah terkait penembakan terhadap warga Aek Buaton dan juga memanggil warga desa Aek Buaton dan Utte Rudang guna meminta keterangan atas insiden penembakan terhadap warga sipil.

Baca Juga :  Indonesia Sering Berjaya di Level Usia Muda tapi Tak Berprestasi di Senior, Kenapa?

Pengujukrasa membubarkan diri setelah dijumapai anggota DPDR Sumut dari Fraksi PDI-Perjuang, Brilian Muchtar. Brilian mengakui sangat miris melihat kondisi ini, dimana rakyat telah menjadi korban. Perlu adanya ketegasan hukum atas tindakan tersebut.

“Kami akan segera menyurati Kapolda Sumut, bila perlu ke Kapolri juga, untuk menindaklanjuti persoalan ini,” jelasnya.

Menurutnya, banyak persoalan tanah di Sumut yang belum selesai, dan ini masih menjadi problema kita sendiri. “Saya pernah mengusulkan agar segera dibentuk Pansus (Panitia Khusus) Tanah, namun hingga kini Pansus tersebut belum juga ada, untuk itu saya akan mengusulkan ke Fraksi PDI-Perjuangan agar pansus tersebut sesegera mungkin dibentuk,” katanya.

Untuk menyelesaikan kasus ini diharapkan masyarakat juga berperan aktif membantu DPRD Sumut dengan dengan data-data yang lengkap baik itu foto ataupun berkas lainnya, sehingga menjadi alat bukti kuat nantinya.

Sumber: waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*