Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA) berencana membuat pertanda Awal Kekristenan di Tanah Batak di Parausorat

Inilah Gereja GKPA Parausorat. Di daerah inilah pembaptisan pertama orang Batak menjadi Kristen

Mengingat banyak sejarah di Tapanuli Selatan yang semakin hari semakin dilupakan oleh masyarakat, maka dengan itu Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA) yang dulu merupakan bahagian dari Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) berencana membuat suatu pertanda di Parausorat bahwa Kekristenan yang ada saat ini di Tanah Batak bermula dari Parausorat, Sipirok, Tapanuli Selatan. Dan dari sanalah awal kekristenan hingga ke Tapanuli Utara dan wilayah-wilayah lainnya. Menurut informasi sejarah perkembangan agama di Tapanuli Selatan, masuknya Agama Kristen ke Tanah Batak sudah berlalu sekitar 150 tahun masa lalu hinga sekarang. Hal itu bisa diwujudkan nyata seperti HKBP saat ini yang menurut informasi di media merupakan salah satu Gereja kesukuan terbesar di Dunia. GKPA yang dulunya merupakan bahagian dari HKBP dikembangkan/dipisahkan secara organisasi gereja beberapa puluh tahun lalu menjadi HKBPA yang merupakan salah satu Organisasi Gereja yang ada diwilayah Tapanuli Selatan masa itu. Sesuai Perkembangan dan kedaerahaan maka HKBPA dirubah namanya menjadi GKPA (Gereja Kristen Protestan Angkola). Dan untuk mengenang itu semuanya GKPA berencana membuat suatu pesta mengenang awal mulanya kekristenan di Tanah Batak yang bekerjasama dengan pihak Pemda Tapanuli Selatan serta aparat Keamanan dan masyarakat sekitarnya sekitar tgl 8 s.d 10 Juli 2011 di Parausorat, Sipirok, Tapanuli Selatan, agar semuanya sejarah itu bisa tetap dikenang oleh seluruh masyarakat Tapanuli Selatan hingga sekarang dan masa yang akan datang.

Baca Juga :  80 Rumah Terendam Warga Mengungsi

Masuknya awal kekristenan dari Parausorat, Sipirok, Tapanuli Selatan di Tanah Batak merupakan suatu sejarah tersendiri bagi masyarakat Tapanuli Selatan yang harus di ingat oleh seluruh masyarakat khususnya yang beragama Kristen di Tanah Batak, Sumatera Utara. Toleransi umat beragama di Tapanuli Selatan yang begitu terjaga dari tahun ke tahun hingga sekarang membuat rasa memiliki antara kristen dan Non Kristen merasa perlu adanya sautu Pertanda yang bisa dilihat dan dikunjungi sewaktu oleh semua masyarakat. Bahkan diharapkan juga pembuatan pertanda ini akan berdampak positi ke masyarakat sekitarnya apabila lebih dikembangkan ke arah menjadi tempat parawisata yang mempunyai nilai historical sejarah. Berdasarkan hal-hal tersebut itulah beberapa pengurus Gereja GKPA bekerjasama dengan GKPA Pusat dan Panitia yang telah ditunjuk meminta masukan-masukan untuk membuat rencana agar diusulkan pembuatan Pertanda awal ke kristenan di Tanah Batak, Sumatera Utara. Tanggapan yang diberikan hingga saat ini sangat positif oleh Masyarakat GKPA khususnya dan juga pihak Pemda Tapanuli Selatan, Pihak Keamaan dan berbagai masyarakat lainnya.

Panitia yang terdiri dari berbagai unsur pihak (baik pihak Panitia dari Pihak Pemda, ummat Kristen, Non Kristen dan pihak lainnya) berharap masukan-masukan dan saran tentang perlu atau tidak Pembuatan Pertanda awal Kristen di Tanah Batak yang bisa menjadi tempat wisata nantinya  sudah perlu atau tidak dibuat. Namun banyak masyarakat berharap hal tersebut bisa teralisasi sebagaimana tempat wisata untuk mengenang sejarah di Tapanuli Selatan masa lalu oleh masa sekarang dan masa yang akan datang.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Jalinsum Batu Jomba Anjlok, Macet 4 Jam

3 Komentar

  1. saya sgt setuju jika di buat wisata di sekitar gereja ini
    pa lagi tempat ibadahnya di perbaiki agar lebih bagus
    n supaya kita lebih beta disni

  2. saya sangat sepakat dibuat parausorat dibuat wisata, apalagi untuk kemajuan daerah tapsel sendiri, dan untuk megetahui sejarah ke kristenan yang sebenarnya karena supaya kita besar kita harus mengetahui sejarah kita…..
    salam dari Pemuda Pahae

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*