Giliran Tapsel Ingin Pemekaran

Demi percepatan pembangan di Tapanuli Bagian Selatan, lima kepala daerah di Sumatera Utara sepakat untuk meminta pemekaran dan membentuk Provinsi Sumatera Tenggara (Sumtra).

Kelima kepala daerah itu masing-masing Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M Pasaribu, Bupati Padang Lawas Utara Bahrum Harahap, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Mandailing Natal Aspan Sofian, Bupati Padang Lawas Basrah Lubis dan Wakil Wali Kota Padang Sidempuan Maragunung Harahap.

Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M Pasaribu mengatakan, pihaknya siap mendukung pembentukan Provinsi Sumtra. “Kita bahkan sudah tandatangani dua surat dalam rangka percepatan pembangunan di Tabagsel,” katanya.

Sehubungan dengan itu, ia mengajak kelima daerah kompak membangun kawasan. “Kalau tidak, kita akan sulit mengejar ketertinggalan dibanding daerah lain,” ujarnya.

Sementara Bupati Padang Lawas Utara, Bahrum Harahap mengusulkan segera dibentuk panitia pembentukan Provinsi Sumtra di lima daerah, berikut panitia di tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Ia juga berharap kelima daerah menyiapkan dana dalam jumlah yang cukup untuk menyokong gerakan pembentukan provinsi baru. “Kami sendiri di Padang Lawas Utara sudah menganggarkan Rp1,5 miliar,” katanya.

Bahrum bahkan mengusulkan wilayah Provinsi Sumtra tidak hanya sebatas di lima daerah itu, melainkan diperluas hingga ke kawasan eks Labuhan Batu yang meliputi Kabupaten Labuhan Batu dan Labuhan Batu Selatan, mengingat sekitar 35 persen warganya merupakan masyarakat dari kawasan Tabagsel.

Baca Juga :  Bupati: Madina Sentra Produksi Beras di Sumut

“Dalam hal ini kita harus benar-benar kompak. Mari kita manfaatkan momentum ini untuk mematangkan rencana pembentukan provinsi baru ini,” katanya.

Plt Bupati Mandailing Natal Aspan Sofian dan Bupati Padang Lawas Basrah Lubis juga mengajak kelima daerah bersatu padu. “Kita butuh kebersamaan untuk mewujudkan percepatan pembangunan di Tabagsel sekaligus pembentukan Provinsi Sumtra,” ujar Basrah Lubis.

Sedangkan Wakil Wali Kota Padang Sidempuan Maragunung Harahap bahkan menyatakan telah menyiapkan lahan di daerahnya untuk membangun bakal Kantor Gubernur Sumtra.

“Selain menyiapkan lahan, kami juga telah menganggarkan dana untuk percepatan perwujudkan provinsi baru ini,” katanya. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

3 Komentar

  1. Siap boz feber, masalah tempat dan batas-batas wilayah akan kami akan selesaikan, ada lagi bosssss……………………….

    • boz????? he.ehe.ehe….. kalau ada yang merasa anak buah….. maka laksanakanlah keinginan boz mu he.ehe.ehe.. bossmu itu kan seluruh masyarakat Tapanuli Selatan kan???? benar ngak he.ehe.eh.a.a.a….. emang sih… Pegawai Pemda itu kan Pembantu masyarakat heehehe.ehe.e…baguslah kalau masih sadar itu….

      Baru lahir jadi beberapa kabupaten udah udah minta pemekaran jadi propinsi, berdiri saja belum bisa gimana mau berlari…….. buktikan dululah apakah pemekaran kabupaten itu sudah membuahkan hasil apa belum…..

  2. Usulan yang baik, tapi akan lebih baik jika permasalahan masalah Tempat Pemerintahan di 5 kabupaten tersebut, batas wilayah dibereskan terlebih dahulu barulah bicara masalah Pemekaran menjadi Propinsi. Usul boleh, tapi jangan sampai seperti BARU LAHIR SUDAH MINTA KAWIN…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*