Gizi Buruk Rawan di Pinggiran Medan

Gizi Buruk Rawan di Pinggiran Medan - Illustrasi (google)

MEDAN – Daerah pinggiran ternyata memiliki potensi rawan terjangkit gizi buruk. Hal ini berdasarkan data 2009 maupun 2010 di kecamatan Medan Belawan, Medan Denai, Medan Labuhan dan Medan Sunggal menjadi daerah paling banyak ditemukan penderita gizi buruk. Hal ini dikatakan Kabid Pelayanan dan Kesehatan Dinkes Medan, drg. Irma Suryani. Jumat (21/1) kemarin. Dia menjelaskan, data di Tahun 2009, jumlah penderita gizi buruk ini sebanyak 163 orang. Dirincikannya, untuk Medan Denai sebanyak 34 orang, Medan Labuhan sebanyak 22 orang,  Medan Sunggal sebanyak 6 orang, Medan Belawan sebanyak 10 orang.

Sedangkan di Tahun  2010, untuk Medan Denai sebanyak 24 orang, Medan Sunggal sebanyak 12 orang, Medan Perjuangan sebanyak 11 orang, Medan Helvetia sebanyak 9 orang, Medan Laabuhan sebanyak 11 orang, Medan Belawan sebanyak 10 orang,
Medan Tembung sebanyak 16 orang, Medan Marelan sebanyak 4 orang.

Masih dikatakannya,  berdasarkan data yang ada, anak yang menderita gizi buruk didaerah pinggiran ini sangat  rawan. Selain  terkendala karena masalah ekonomi, juga karena penduduk yang berpindah-pindah.

semakin meningkatnya jumlah anak yg menderita gizi buruk, disejumlah kecamatan, dikarenakan semakin intensnya kader terhadap penderitanya.

Kadis Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi mengatakan, kedepan pihaknya akan semakin intens dalam pendataan warga yang terjangkit gizi buruk.

“Penjaringan kasus yang lebih intensif,” kata Edwin dengan melibatkan Kepling maupun Lurah, sehingga tidak ada lagi warga yang jatuh pada gizi buruk.

Baca Juga :  Haminjon Asal Toba Diekspor Hingga Eropa

Dikatakannya, salah satu upaya pencegahan gizi buruk yaitu dengan menggalakan Posyandu.karena Posyandu ini milik masyarakat. “koordinasi sudah, ini kedepan agar jadi perhatian. Sama-sama ke depan dapat diantisipasi penyakit gizi buruk,” bebernya.

Sementara itu, Walikota Medan sebelumnya mengatakan, kedepan revitalisasi Posyandu akan menjadi perhatian. Sehingga bisa dirasakan masyarakat manfaatnya.(*) – (tribun-medan.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*