Golput Pilkada Sumut 50% Lebih

(Pengaruh Libur dan tak Adanya Calon Favorit  Pemilih serta Apatis karena Iklim Politik tak Membaik)

Medan, Angka yang tak ikut memilih alias golput (golongan putih) di sembilan pilkada serentak Sumatera Utara, Rabu (12/5), mencapai 50 persen lebih.  Banyak faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya karena pengaruh hari libur dan juga karena tak adanya calon favorit di mata pemilih.

Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin di sela-sela peninjauan ke lima tempat pemungutan suara (TPS) di seputar Kota Medan, Rabu (12/5) tak menampik, tingkat kehadiran pemilih di Pilkada Medan 2010, jauh lebih baik dibanding tahun 2005 yang hanya mencapai 35-40 persen.

”Ini jauh lebih baik dibanding pilkada lima tahun lalu. Tapi tetap saja angka golputnya cukup tinggi, sekitar 50 persen lebih,” jelasnya.

Rendahnya kehadiran warga untuk mencoblos, menurut Syamsul yang juga Penjabat Walikota Medan itu, akibat tidak adanya calon favorit di mata warga yang maju pada sejumlah pilkada. ”Contohnya Medan. Dari 10 calon, tak satu pun kandidatnya yang difavoritkan warga. Sehingga terjadilah apa yang dikhawatirkan bersama ini,” lanjut Syamsul.

Seperti pada TPS VII Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun.  Hingga pukul 13.00, hanya 57 orang dari 450 daftar pemilih tetap (DPT)  yang menggunakan hak suaranya. Kondisi serupa terjadi di TPS VI kelurahan yang sama. Dari 534 DPT, hanya 89 orang yang menggunakan hak suaranya.  Begitu pula di TPS khusus RSUD Pirngadi Medan. Dari 243 DPT yang ada, hanya tiga pasien yang menggunakan hak pilihnya. “Sisanya yang 240 lagi, tak bisa menggunakan hak pilih walau memegang formulir C-6. Sebab, yang tiga orang bisa memilih karena mereka memegang formulir C-5 (surat pindah memilih),” kata Susyanto, Humas RSUD Pirngadi Medan kepada BATAK POS, Kamis (13/5).

Baca Juga :  TDL Bagi 2,22 Juta Pelanggan Di Sumut Tidak Naik

Anggota KPUD (Komisi Pemilihan Umum Daerah) Medan, Bahrul Khairamal menyatakan, pihaknya belum bisa mengomentari soal rendahnya partisipasi warga untuk mencoblos tersebut. Hal itu disebabkan mereka tak turun ke lapangan.

Sedangkan Ketua KPUD Medan, Evi Novida Ginting yang ditemui Syamsul di TPS I Jalan Juanda Medan, juga memberikan alasan tak tahu apa yang menyebabkan banyak warga tak menggunakan hak pilihnya. “Saya juga tak mengerti Pak, apa yang menyebabkan warga kurang antusias datang ke TPS,” ucap Evi sebisanya.

Fakta tingginya angka golput pada Pilkada Medan 2010, kemungkinan juga terjadi pada pilkada delapan daerah lainnya. Prediksi ini dilontarkan Ahmad Taufan Damanik, analis politik dari USU Medan. Dia melihat, tingginya angka golput, menggambarkan telah terjadinya tragedi politik di Sumut. “Kalau hanya 40 persen yang mencoblos, dan 60 persen lagi tak mencoblos, itu jelas tragedi. Dan saya nilai itu karena kesengajaan pemilih akibat rasa apatis yang teramat sangat terhadap iklim politik di pemerintahan yang tak kunjung membaik,” ujarnya.

Seperti 10 kandidat di Pilkada Medan 2010. Damanik menilai tak satu pun di antaranya yang terbukti mampu meyakinkan 1,9 juta lebih pemilih, bahwa kehidupan di masa depan akan berubah bila mereka (kandidat) terpilih, sehingga warga diharapkan datang ke TPS.

Lain pula pandangan Ketua Desk Pilkada Sumut 2010, RE Nainggolan. Menurutnya, angka golput yang tinggi itu, salah satunya akibat adanya masa libur yang cukup panjang beberapa hari ke depan. “Hari Rabu, libur di sembilan daerah, Hari Kamis libur nasional, dan Jumat menjadi hari terjepit. Karenanya, warga memilih meliburkan diri pada Jumat. Karena Sabtu sampai Minggu sudah hari libur lagi,” urai Sekda Sumut ini, seraya menambahkan bahwa pengaruh sosialisasi yang kurang mantap juga ikut mempengaruhi persentase golput. (zul)

Baca Juga :  Anggap Hanya Aspirasi Politik, Plt. Gubernur Sedih Bila Sumut Dimekarkan

Sumber: http://batakpos-online.com/content/view/14398/1/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*