Google Akan Jadi Operator Telekomunikasi?

TEMPO.CO, California – Google dikabarkan tengah berencana menjadi perusahaan operator telekomunikasi. Perusahaan yang berbasis di Mountain View, California, ini rupanya belum puas menguasai bisnis Internet dan peranti lunak bagi perangkat bergerak.

“Google akan menghadirkan jaringan untuk menunjang koneksi pengiriman pesan pendek, telepon, dan browsing Internet,” ujar seorang sumber, seperti dikutip situs Daily Mail, Jumat, 4 April 2014.

Dinding resepsionis di kantor Google Indonesia yang baru yang berlokasi di gedung Sentra Senayan II lantai 28 Jalan Asia Afrika, Jakarta. Google menampilkan warna Indonesia lewat ukiran yang ada, nama-nama khas Indonesia, ikon seperti wayang, tenun ikat atau becak di kantornya. Plus.google.com

Sumber itu menyatakan Google berencana menyediakan jaringan 3G dan 4G dengan tarif murah. Dalam memberikan akses telekomunikasi, Google membelinya dari penyedia jaringan. Raksasa teknologi ini juga tidak membangun langsung infrastrukturnya.

Namun akses telekomunikasi yang disediakan Google hanya tersedia di wilayah yang memperoleh akses jaringan nirkabel Google Fiber. Layanan nirkabel ini sudah diluncurkan Google sejak 2011, yang dimulai di Kansas. Pada 2013, Google memperluas jangkauannya ke sejumlah kota, antara lain Austin, Missouri, dan sejumlah kota di Negara Bagian California.

Tahun ini, mereka berencana memperluas jaringan Google Fiber di Negeri Abang Sam. Namun perluasan ini tergolong lambat akibat instalasi infrastruktur yang cukup rumit.

Baca Juga :  Facebook Ditinggal Bos Desain Hardware

Rencana ini dinilai bakal memacu angka penjualan telepon seluler pintar buatan Google, Nexus. Setiap pembeli Nexus akan mendapat layanan telekomunikasi gratis yang disediakan Google.

Adapun petinggi Google dikabarkan akan berdiskusi dengan raksasa telekomunikasi Amerika Serikat, Verizon. Sebelumnya, mereka juga sudah berbicara dengan pesaing Verizon, Sprint, ihwal rencana menjadi operator telekomunikasi.

Rencana Google ini diprediksi bakal semakin memperketat kompetisi bisnis telekomunikasi. Sebab, akan terjadi persaingan secara langsung dalam memperebutkan jaringan.TEMPO.CO,

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*