Google, Berawal dari Garasi

Siapa tak kenal Google, mesin pencari nomor satu di dunia. Tapi jika mundur 12 tahun lalu, siapa yang menyangka perusahaan ini hanya dijalankan oleh tiga orang dari sebuah garasi di Menlo Park, California, Amerika Serikat.

Google berawal dari tugas kuliah dua mahasiswa Universitas Stanford, Larry Page dan Sergey Brin pada Januari 1996. Mereka mengembangkan metode baru dalam “search engine” yang menghitung pencarian berdasarkan tautan antar situs di internet. Menggeser metode lama yang menghitung dari kemunculan kata kunci dalam mesin pencari.

Dua sekawan menjalankan teknologi baru bertajuk PageRank itu dengan bantuan karyawan pertama mereka, Craig Silverstein, waktu itu 25 tahun. Bertiga, mereka resmi bekerja sebagai sebuah perusahaan pada 4 September 1998, dari balik pintu garasi.

“Awalnya saya tidak punya jabatan karena kami cuma segelintir,” ujarnya. Buat lucu-lucuan, Silverstein mengusulkan jabatan Wakil Presiden Teknik. Namun Page dan Brin lebih memilih Direktur Teknologi.  Akhirnya jabatan itu disandang Silverstein sampai sekarang.

Menurutnya, Google bisa besar karena beruntung dan muncul pada saat yang tepat. “Ada pada transisi antara ‘orang berinternet dengan rekomendasi dari teman’ dan ‘orang berinternet untuk mencari sesuatu’,” kata Silverstein.

Karyawan bertambah. Garasi itu tidak cukup menampung enam pekerja. Mereka menyewa sebuah ruang kantor yang berseberangan dengan kantor situs pembelajaran Bahasa Spanyol yang tidak ternama. “Jadi kami tidak langsung jadi perusahaan besar,” kata Silverstein.

Baca Juga :  Virus McDonald Serang Facebook

Keberuntungan kembali menghampiri mereka saat pindah ke Silicon Valley, bagian utara California, Maret 1999. “Jaringan pendukung di sini jauh lebih baik ketimbang di bagian dunia mana pun,” kata Silverstein. Pada 2006, kantor pusat Google pindah ke Mountain View, California.

Hanya dalam tempo 12 tahun, Google berubah dari perusahaan kelas garasi jadi perusahaan multinasional. Karyawannya berkembang dari tiga jadi lebih dari 20 ribu yang tersebar di 70 kantor di seluruh dunia, melayani 20 petabyte (setara 20 pangkat 15 byte) data dari pengguna saban hari. Pendapatannya? Lebih dari Rp 207 triliun per tahun.

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/it/2010/08/30/brk,20100830-275048,id.html

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*