GP Ansor Padang Lawas Akan Bawa Kasus Gizi Buruk ke Presiden

Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cabang Kabupaten Padang Lawas (Palas) akan membawa persoalan gizi buruk yang menimpa dua warga Palas yang salah satunya sudah meninggal dunia ke Istana Presiden. Selain itu, juga persoalan penyakit polio yang melumpuhkan dua anak di Desa Parannapa Jae, Kecamatan Barumun Tengah.

Ketua GP Ansor Palas, Abdul Rahman Daulay kepada METRO, Rabu (20/10) mengatakan, pihaknya menilai pelayanan kesehatan, penuntasan buta huruf, dan peningkatan taraf ekonomi masyarakat Palas belum maksimal dilakukan Pemkab.

“Persoalan gizi buruk dan polio sudah diprogramkan secara nasional termasuk dana kesehatan gratis Menuju Indonesia Sehat. Namun kenyataannya masih ada saja ditemukan warga Palas yang menderita gizi buruk. Bahkan pelayanan terkesan tidak jemput bola, tapi menunggu bola,” ujar Rahman.

Diutarakan Rahman, pihaknya sudah mendata penderita gizi buruk dan polio di Palas, agar dua persoalan yang melanda masyarakat tersebut bisa dibawa ke Istana Presiden.

“Ini bukti kurangnya kepedulian terhadap rakyat miskin. Seharusnya sejak kecil atau balita penderita gizi buruk dan polio sudah mendapat perhatian dan rutinitas pelayanan dari Pemkab, namun kenyataannya tidak demikian,” tegasnya.

Bupati Palas Basyrah Lubis SH saat hendak dikonfirmasi METRO, Rabu (201/10) sore, tidak berhasil, karena ponselnya tidak aktif.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Palas, Drs Ahmadin Hutagalung melalui Kepala Bidang Pelayanan dan Kesehatan, dr RM Daud Daulay kepada METRO, Selasa (19/10) mengatakan, kedua penderita gizi buruk, yakni Fatimah (2), warga Padang Luar, Lingkungan IV, Sibuhuan, Kecamatan Barumun. Sedangkan korban yang meninggal dunia bernama Dingin (13), warga Panarian, Kecamatan Barumun. Sebelumnya, Dingin sempat dibawa berobat ke Puskesmas Tanjung Botung, Kecamatan Barumun.

Baca Juga :  Setahun Kepemimpinan Syahrul Pasaribu Belum Sentuh Masyarakat

“Satu orang sudah meninggal dunia dan satu orang lagi sudah dirujuk ke RSUD Sibuhuan untuk berobat. Pada anak penderita gizi buruk yang meninggal dunia ditemukan penyakit komplikasi termasuk sudah menderita penyakit diare selama tiga minggu,” ujar Daud.

Diutarakan Daud, tidak hanya faktor kesehatan saja yang menyebabkan anak terkena gizi buruk atau kurang makan. Persoalan ekonomi juga sangat memengaruhinya termasuk kemiskinan yang melandai korban. Kedua orangtua penderita gizi buruk tersebut kehidupannya sangat memprihatinkan, yaitu di bawah garis kemiskinan.

Ditambahkan Daud, bocah penderita gizi buruk yang meninggal dunia itu terlihat badannya tidak sesuai dengan tinggi badannya, kurus tinggi lesu, matanya cekung, dan tulang menonjol, serta kurang kalori atau kurang makan.

“Padahal kita sudah turun ke masyarakat termasuk dengan menggalakkan Posyandu dan memeriksa kesehatan balita dan gizinya serta memberikan tambahan kepada anak dengan makanan yang bergizi,” ucapnya.

Disinggung mengenai selama ini Posyandu dan Puskesmas Kecamatan terkesan jarang turun ke lokasi atau tidak mau turun ke lapangan untuk memeriksa kesehatan masyarakat, dr RM Daud membantahnya. Menurutnya, pihaknya seringa turun ke lapangan untuk melakukan penyuluhan kesehatan terhadap masyarakat.

“Kita sering turun ke lapangan,” tegasnya.

Sementara dua abang-beradik yang menderita polio yakni, Marlon Hadi Siregar (12), dan Azana Siregar (8), warga Desa Parannapa Jae, Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Palas yang ditemukan beberapa bulan lalu sudah menderita polio selama sekitar 6 tahun, hingga akhirnya kondisinya saat ini mengalami lumpuh. Kondisi perekonomian orangtau korban tergolong prasejahtera.

Baca Juga :  Sidimpuan Rawan Gempa, FKB Minta Pemko Padangsidimpuan Awasi Konstruksi Bangunan Tinggi

Sumber: http://metrosiantar.com/MENUJU_PALAS-PALUTA/GP_Ansor_akan_Bawa_Kasus_Gizi_Buruk_ke_Presiden

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Bawalah orang lemah dan orang tak mampu itu kepadaNya, sehingga seluruh pengorbanan dengan ketulusan yang kamu berikan, akan dibalaskannya melimpah kepadanya apa yang telah kamu perbuat kepada orang miskin dan orang lemah.
    Namun hendaknya jangan kamu bawa orang miskin atau orang lemah itu kepadaNya dengan mengharapkan imbalan atau kepentingan pribadi atau kelompok, karena itu akan berbahaya pada orang lemah/orang tak mampu itu dan juga kepada orang yang membawanya…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*