Guardiola: MU Bisa Kalahkan Bayern – MU Tak Mau Disebut “Underdog” di Old Trafford

MUENCHEN, — Pelatih Bayern Muenchen, Pep Guardiola, kembali menegaskan bahwa timnya tidak akan menganggap remeh Manchester United (MU) pada perempat final Liga Champions. MU, kata dia, memiliki kemampuan untuk mengalahkan Bayern.

Bayern difavoritkan lolos ke babak semifinal mengingat Arjen Robben dan kawan-kawan berstatus juara bertahan. Sementara itu, performa MU hingga saat ini dinilai masih belum konsisten.

Pelatih Bayern Muenchen, Josep Guardiola.

“Manchester United adalah salah satu tim terbaik di dunia. Tidak peduli bagaimana situasi mereka sekarang,” ujar Guardiola.

“Mereka mempunyai pemain-pemain bagus. Dua pertandingan ini (perempat final Liga Champions) dapat menjadi dua performa terbaik mereka pada musim ini. Mereka dapat mengalahkan kami.”

“Mereka adalah salah satu klub penting. Mereka juga memiliki pemain-pemain hebat. Oleh karenanya, bisa berada di sana (Old Trafford) adalah sebuah kehormatan,” tambahnya.

 

MU Tak Mau Disebut “Underdog” di Old Trafford

Manchester United bakal menghadapi ujian sangat berat ketika melakoni babak perempat final Liga Champions. Pasalnya, The Red Devils akan bertemu juara bertahan yang kembali menjadi favorit, Bayern Muenchen.

Meski demikian, MU tak ingin menjadi underdog ketika menjamu The Bavarian di Old Trafford pada leg pertama, Selasa (1/4/2014). Menurut pemain veteran MU, Ryan Giggs, mereka tetap optimistis karena merasa yakin punya kemampuan untuk menyingkirkan raksasa Bundesliga tersebut.

Baca Juga :  Kabut Asap di Tapsel Semakin Pekat, Warga Salat Minta Hujan
Gelandang Manchester United, Ryan Giggs.

Giggs menjadi bagian dari kesuksesan MU ketika meraih kemenangan dramatis atas Bayern pada final tahun 1999. Sempat tertinggal 0-1, MU membalikkan situasi dalam tempo dua menit saat injury time, yang membuat mereka menjadi juara berkat kemenangan 2-1 lewat gol Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer.

Nah, pertemuan kedua tim ini akan kembali membuka kisah lama. Menurut Giggs, laga tersebut akan menjadi tontonan menarik, meski MU tampil sangat buruk pada musim ini, dan skuad sekarang berbeda ketika menjadi juara pada tahun 1999.

“Tentu saja para pemain berbeda, tetapi tradisi dan klub masih sama. Dua klub, dua sejarah besar, dan dua tim sepak bola yang bermain dengan cara yang benar,” ujar winger asal Wales ini.

“Ketika Bayern bermain melawan Manchester United, itu selalu menjadi tontonan menarik, apakah itu pada final Liga Champions atau perempat final.”

“Tentu saja Bayern tim yang fantastis. Mereka adalah juara bertahan dan tentu saja merupakan tim yang sangat kuat dan mungkin favorit di mata banyak orang. Akan tetapi, kami adalah Manchester United, pertandingan berlangsung di Old Trafford, dan kami telah melihat begitu banyak malam yang hebat di Eropa, khususnya.”

“Sebagai pemain, kami tidak melihat diri kami sebagai underdog. Kami melihat diri kami sebagai Manchester United yang bermain di kandang di Liga Champions, dan kami tak sabar.”

Baca Juga :  Karena Ingkar Janji, PN Padangsidimpuan Perintahkan Kembalikan Rumah

“Ini merupakan pertandingan yang membuat Anda ingin terlibat di dalamnya sebagai pemain, dan kami akan habis-habisan untuk meraih kemenangan. Ini akan sulit. Namun, hal ini biasa di perempat final Liga Champions, dan kami yakin.”KOMPAS.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*