Gubernur Sumut Mendatang Harus Paham Pluralisme

Medan, Sumatera Utara membutuhkan gubernur yang memahami pluralisme dan mampu berkomunikasi dengan semua kalangan. Sebagai daerah yang multikultur, Sumut harus dipimpin oleh orang yang bisa menjembatani perbedaan-perbedaan yang ada.

“Heterogenitas yang tinggi di Sumut membutuhkan sosok pemimpin yang punya orientasi pluralisme,” kata Sekjen LSM Sentra Transformasi dan Transparansi Negeri (Strategi) Edrin Adriansyah di kantornya, Kompleks Menteng Garden Medan, Senin (10/09/2012).

Untuk itu LSM Strategi mengajak masyarakat Sumut untuk lebih cerdas dalam memilih Gubernur Sumut mendatang. Masyarakat harus jeli menilai apakah balon Gubernur Sumut itu benar-benar memiliki kapasitas pro rakyat atau sekadar mengejar kekuasaan.

Lebih lanjut menurut Edrin, masyarakat bisa menilai para Cagub Sumut dari rekam jejak (track record) mereka selama ini. “Sayangnya memang masyarakat kita mudah pelupa, jadi catatan kelam Cagub Sumut bisa jadi sudah dilupakan,” beber Edrin.

Karenanya, LSM Strategi akan berupaya menyebarluaskan track record para kandidat saat sudah pasti mengikuti Pilgub Sumut. Ini merupakan bagian dari upaya LSM Strategi memberikan pendidikan politik kepada masyarakat Sumut.

Dengan jaringan yang luas di Sumut, LSM Strategi akan memberikan informasi-informasi yang akurat tentang sepak terjang kandidat selama ini. Karena berkaca dari pilkada sebelumnya, dimana masyarakat masih mudah menerima tawaran-tawaran yang menguntungkan sesaat dari calon.

“Memang bukan pekerjaan mudah mengubah pragmatisme itu. Tapi sebagai bagian dari masyarakat madani kita tetap harus terus menerus mengajak untuk berpolitik yang sehat,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Sumut Syamsul Arifin Ditet­apkan sebagai Tersangka oleh KPK

Saat ini saja menurut catatan LSM Strategi ada kandidat yang terlapor di KPK dan Kejaksaan karena dugaan korupsi. Hal-hal seperti ini harusnya diketahui masyarakat luas sehingga tidak terulang kembali Gubernur Sumut yang berhenti di tengah jalan. Akibatnya pembangunan di Sumut bisa mandeg, apalagi jika wakilnya nanti ternyata tidak bisa membangun komunikasi dengan legislatif.

“Karena itu sangat dibutuhkan informasi yang benar tentang para kandidat bisa sampai ke masyarakat,” kata Edrin.

Diharapkan nantinya catatan rekam jejak para kandidat yang disebar LSM Strategi langsung ke kelompok-kelompok masyarakat  bisa membantu masyarakat dalam memilih pemimpin terbaiknya. Karena independen dan semua catatan itu adalah fakta termasuk data yang telah disebarkan media, LSM Strategi berharap upaya mereka ini tidak dianggap sebagai black campaign.

“Semua pasangan kandidat akan ada catatannya tinggal masyarakat memilih yang terbaik,” kata Edrin. (BS-002)

(beritasumut.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Hendaknya, Bakal CAGUBSU secara resmi bisa dipublikasikan KPU dengan waktu yang cukup bagi masayarakat untuk melihat track record. Jadi bukan hanya yang ditampilkan oleh LSM saja, dan bagi LSM hendaknya melakukan bukan karena kepentingan sesaat tapi kepentingan masyarakat untuk selamanya. 11 jutaan penduduk bakal memilih menunggu informasi yang yang baik dan benar terhadap calon-calon bakal Cagubsu ini….

    Disamping itu, hendaknya LSM dan masyarakat media bersama seluruh elemen masyarakat ikut melakukan pemberitaan dan pengajaran yang baik dalam setiap adanya pesta demokrasi seperti PILGUBSU. sebagai contoh pengajaran yang baik itu Tidak menekankan Melihat yang akan dipilih karena “SAUDARA, KARENA TEMAN, KARENA SATU MARGA DAN KARENA ADANYA KEPENTINGAN TERTENTU ATAU PEMBERIAN-PEMBERIAN UNTUK MEMILIH” namun lebih pada hati nurani sesuai kebutuhan masyarakat dimana mereka berada.

    Masyarakat akan senang dengan informasi tersebut dan akan menunggu dan menyambut informasi tentang profile serta record masing-masing selama 10 thn terakhir ini…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*