Gubsu Batal Dijemput Paksa – Syamsul: Penting Kali Rupanya?

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gagal untuk memintai keterangan Syamsul Arifin sebagai tersangka kasus dugaan korupsi APBD Langkat tahun 2000-2007. Pasalnya, mantan bupati Langkat itu tidak memenuhi panggilan penyidik KPK yang sudah diagendakan kemarin (11/10).

5075154883 24e121ac40 m Gubsu Batal Dijemput Paksa Syamsul: Penting Kali Rupanya?
BATAL KE KPK- Gubsu Syamsul Arifin usai mengikuti Rapat Paripurna dengan agenda Pemaparan R-APBD Sumut 2010 di kantor DPRD Sumut, Senin (11/10).

Sejak pagi, sejumlah wartawan sudah menunggu kehadiran Syamsul di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said Jakarta. Hingga lewat jam panggilan, yakni pukul 09.30 WIB, Syamsul belum juga nongol. Tayangan sebuah TV swasta mengenai kegiatan Syamsul di Asrama Haji Medan, menjawab teka-teki mengenai hadir tidaknya Syamsul di KPK.

Kabar dari internal KPK menyebar, Syamsul tidak hadir tanpa pemberitahuan. Informasi pun menyebut, tim penyidik akan melakukan upaya penjemputan paksa, lantaran Syamsul dinilai tidak kooperatif. “Kami sedang mempersiapkan upaya lain,” begitu bunyi SMS dari sumber koran ini dari internal KPK.

Tidak berselang lama, juru bicara KPK, Johan Budi, memberikan keterangan resmi. Dia katakan, hingga pukul 11.00 WIB, “Yang bersangkutan belum datang dan belum ada konfirmasi.”

Saat ditanya apakah bisa tim penyidik melakukan panggilan paksa? Johan tidak menampik kemungkinan itu. “Ya bisa saja,” ujarnya. Namun, lanjutnya, tim penyidik masih akan menunggu hingga malam untuk memastikan hadir tidaknya Syamsul.

Johan menjelaskan, bila seorang saksi atau tersangka tidak bisa memenuhi panggilan, seharusnya memberikan pemberitahuan yang berisi alasan. Itu pun, alasannya harus masuk akal.

Baca Juga :  Warga Batak Tolak Berikan Gelar Raja kepada SBY

Usai memberikan keterangan pers, Johan balik lagi ke ruangan kerjanya. Namun tidak berselang lama, dia menghubungi koran ini lewat telepon. Dia memberitahukan bahwa tim penyidik KPK baru saja menerima faks dari Syamsul, yang berisi pemberitahuan ketidakhadirannya.

“Baru saja, sekitar pukul 11.52 WIB, kami menerima faks dari dia (Syamsul Arifin). Isinya minta izin untuk tidak hadir pada pemeriksaan hari ini. Baru saja saya diberitahu penyidik. Tolong kasih tahu kawan-kawan yang lain,” ujar Johan.

Dijelaskan Johan , dalam faksimil ke KPK itu, Syamsul menjelaskan alasan ketidakhadirannya ke KPK. “Alasannya karena ada rapat dengan DPRD Sumut, rapat pembahasan RAPBD,” begitu kata Johan.

Menurutnya, karena ada pemberitahuan resmi dari Syamsul maka KPK akan kembali menjadwalkan pemeriksaan. “Belum ada jadwal pemeriksaan yang akan dikirimkan. Tapi pasti penyidik akan menjadwalkan lagi pemeriksaan SA (Syamsul Arifin),” ucap Johan.

Dengan adanya faks itu, info yang berkembang, tim penyidik KPK mengurungkan niatnya untuk menjemput paksa Syamsul. Syamsul: Penting Kali Rupanya?

Kemarin, Syamsul terlihat mengikuti beberapa kegiatan di Medan. Pagi, Syamsul mendampingi Menteri Agama (Menag) Surya Dharma Ali melepas calon jamaah haji di Asrama Haji Jalan Pangkalan Masyur Medan. Mengenakan baju koko, Syamsul terus mendampingi Menag. Bahkan dirinya mengingatkan wartawan akan jadwal keberangkatan di Bandara Polonia Medan pukul 10.00 WIB.

Baca Juga :  Diguyur Hujan Semalaman Aek Latong Lumpuh 9 Jam

Dari Bandara Polonia, , Syamsul menghadiri Sidang Paripurna DPRD Sumut untuk menyampaikan RAPBD Sumut tahun 2011.

Kepada Sumut Pos (grup METRO), Syamsul tak banyak berkomentar. Hanya saja ia menjawab sembari tertawa, “Kau kan sudah kubilang, penting kali rupanya itu? Udahlah, udahlah.”

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*