Guru di Madina Minta Cairkan Insentif

Kalangan guru-guru di Madina meminta agar Pemerintah Kabupaten Madina melalui Dinas Pendidikan Madina untuk segera mencairkan insentif guru-guru bantuan dari Gubernur Sumatera Utaara selama 6 bulan.

Desakan agar pihak pemkab Madina untuk segera mencairkan intensif guru–guru tersebut juga disampaikan oleh ppengurus Front Komunitas Indonesia Satu (FKII) Madina Khoirullah Lubis kepada wartawan, Kamis (29/7) mengungkapkan banyak kalangan guru–guru mengeluh karena insentif selama 6 bulan belum juga dicairkan.

“Kita minta kepada dinas pendidikan untuk mencairkan insentif guru–guru baik itu PNS mauppun non PNS, karena dari informasi dan ekspos Gubsu dibeberapa media sudah mencairkan sekitar 6 Kabupaten/kota termasuk Mandailing Natal selama 6 bulan dengan Rp 60.000 per bulan,” jelasnya.

Khoirullah mengatakan, insentif guru tersebut sangat diharapkan mengingat tingginya keperluan dan kebutuhan menjelang bulan Ramadhan ditambah harga–harga baahan pokok juga ikut naik, sehingga sangat membantu bagi para guru dalam memenuhi kebutuhan.

“Banyak guru–guru di Madinaa mngeluh kepada kita kenapa insentif mereka bantuan dari Gubsu belum mereka terima. Padahal menurut mereka daerah lain sudah mencairkannya, dari fakta inilah makanya guru–guru menceritakannya kepada kita,” beberkan Khoirullah.

Sementara itu dari keterangan yang diperoleh di Dinas pendidikan Madina Kamis (29/7) pencairan insentif guru-guru terkendala akibat persoalan administrasi.

“Sebetulnya sudah mau dicairkan langsung ke rekening pribadi masing-masing guru, akan tetapi ada beberapa sekolah yang salah dalam membuat rekening mereka,” jelas salah seorang staf dinas pendidikan tidak mau disebutkan namanya.

Baca Juga :  Dihadang Warga, Eksekusi Tanah di Kampung Teleng Ditunda

Sumber: http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=64139:guru-di-madina-minta-cairkan-insentif&catid=51:umum&Itemid=31

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*