Guru Honorer dan Janji Palsu

JAKARTA–MICOM: Ribuan Guru Honorer dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam Persatuan Guru Honorer Indonesia (PGHI) menggelar unjuk rasa di depan Istana negara, Medan Merdeka Utara, Senin (31/1).

Aksi tersebut dalam rangka menuntut pemerintah yang dianggap hanya memberikan janji palsu kepada ribuan guru dan staf kesehatan honorer yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Sebanyak 5.000 peserta aksi yang terdiri dari beberapa aliansi seperi Forum Guru Wiyata Bakti (FGWB), Dewan Kordinator Honorer Indonesia (DKHI), Forum Guru Swasta (Forgusta), dan Forum Tenaga Honor Sekolah Negeri Indonesia (FTHSNI), serta berbagai aliansi tenaga kesehatan honorer lainnya menyerbu Istana. Sambil membawa berbagai poster, mereka menyeru-nyerukan tuntutan mereka.

Tuntutan utama mereka yakni, agar kuota CPNS/PNS diisi 100% dari Honorer. Pasalnya, pemerintah saat ini tengah dalam proses merancang Peraturan Pemerintah (PP) baru, yang didalamnya berisi 30% Honorer untuk kuota tersebut. Hal ini jelas, merugikan para guru honorer dan tenaga honorer lainnya, yang telah menanti-nanti status pengangkatan mereka.

Padahal, Dalam PP 48 Tahun 2005, disebutkan bahwa tenaga honorer per 1 Januari 2005, akan diangkat di awal Januari 2011. Namun, belum sempat dijalankan, pemerintah justru tengah merancang RPP baru.

“PP tahun 2005 belum terlaksana, sekarang Pemerintah malah merancang PP baru, dan isinya membatasi kuota CPNS/PNS yang hanya diisi 30%. Makanya kami mencoba untuk mencegahnya, jangan sampai PP itu disahkan. Ini jelas sangat merugikan kami, kami minta 100% tenaga honorer di kuota PNS,” ungkap Puger, salah-satu peserta unjuk rasa. (*/OL-2)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Kantor Dubes Dirusak, Malaysia Kirimkan Surat Protes ke Kemlu

1 Komentar

  1. Tolong Kami Bpk SBY, jangan diskriminasikan kami, jangan pandang sbelah mata pengabdian kami. Kami telah ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, tapi mengapa kalian menyepelekan kami. Gaji PNS naik,gaji TNI Polri naik. Tapi kami hanya menunutut diangkat saja susahnya minta amoun. Tidakkah kau tau bahwa kami hanya berpenghasilan 150.000 perbulan, lalu bagaimana nasib anak istri kami?? Padahal harga kebutuhan pokok melambung tinggi, kami harus berteriak kepada siapa???

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*