Guru Nyambi Pengemudi Becak Motor

Samsul Simbolon adalah guru sekolah dasar di Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Namun biaya pendidikan dan kebutuhan sehari-hari yang tinggi membuatnya terpaksa bekerja sampingan sebagai penarik becak motor sepulang sekolah.  Terlebih lagi, sebulan lalu rumahnya hangus dilalap si jago merah hingga ia harus tinggal di rumah kontrakan.

Samsul bangga menjalani pekerjaannya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, juga sebagai penarik becak motor. Dengan pekerjaan tambahan yang telah dijalani selama 12 tahun itu membuatnya mampu menyekolahkan sang anak hingga ke perguruan tinggi.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Mandailing Natal Musaddad Daulay, sertifikasi guru dibutuhkan untuk mendongkrak pendapatan para guru. Di wilayah itu, baru 40 persen yang telah menjadi guru bersertifikasi.

Meski pemerintah telah mengeluarkan peraturan baru tentang sertifikasi guru yang menjamin peningkatan gaji, ternyata belum menjamin kondisi kesejahteraan guru. Samsul adalah satu dari sekian banyak guru di negeri ini yang terpaksa melakukan pekerjaan sampingan.

Di Garut, Jawa Barat, dalam rangka memperingati Hari Guru, siswa siswi sekolah menengah pertama (SMP) dari berbagai sekolah membuat sebuah puisi sebagai bentuk penghargaan untuk pahlawan tanpa tanda jasa itu.

Namun, tidak semua guru bisa diteladani. Di Kulonprogo, Jawa Tengah, seorang guru menghajar seorag siswa bernama Parel lantaran tersinggung.(http://berita.liputan6.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Penderita AIDS di Padangsidimpuan 14 Orang

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*