Guru Terpencil Di Simalungun Perlu Perhatian

[iklan size=’kiri’]Simalungun,  Tenaga pendidik yang mengajar di daerah pinggiran dan terpencil di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, harus lebih diperhatikan pemerintah. “Penghasilan mereka rendah berbanding terbalik dengan guru yang mengajar di kota,” kata Ketua Komisi IV DPRD Simalungun Sulaiman Sinaga, Kamis [24/04] .

Anggota Dewan yang duduk di komisi yang membidangi pendidikan menyebutkan honorer di pelosok hanya menerima penghasilan Rp300 ribu.  Sulaiman menyampaikan kondisi ini bisa berdampak pada mutu pendidikan di daerah terpencil karena guru akhirnya berlomba-lomba mengurus surat pindah ke kota atau pusat pemerintahan kecamatan.”Harusnya guru yang ditempatkan di daerah terpencil diberi perangsang dengan penghasilan yang lebih baik dari yang bertugas di perkotaan,” kata Sulaiman.

Dia mendorong sistem penempatan guru-guru bersertifikasi di seluruh wilayah supaya tercipta pemerataan tugas dan kesetaraan mutu pendidikan. “Harusnya guru-guru daerah terpencil yang diprioritaskan untuk mendapat sertifikasi guna menunjang pendapatan. Atau guru-guru yang sudah bersertifikasi ditempatkan di daerah terpencil,” tandas Sulaiman.

(antara )

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*