Habibie: Indonesia Butuh Pesawat Lebih Banyak Dari Amerika

hb+1 Habibie: Indonesia Butuh Pesawat Lebih Banyak Dari Amerika
BJ Habibie

Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie melihat potensi bisnis sektor penerbangan di Tanah Air bakal semakin tinggi. Indonesia akan butuh lebih banyak pesawat terbang dibandingkan kebutuhan pesawat di Amerika Serikat.

Menurut Habibie, jumlah penduduk Amerika mencapai 300 juta. Namun jumlah orang yang naik pesawat 3 kali lipat atau mencapai 900 juta orang dalam setahun. Sementara Indonesia dengan jumlah penduduk 250 juta, data masyarakat yang naik pesawat per tahun baru 71 juta.

Kondisi itu digunakan untuk menggambarkan masih besarnya potensi untuk menggarap pasar penerbangan dalam negeri. “Indonesia baru 71 juta dari penduduk 250 juta. Seharusnya kalau berkaca dari Amerika mencapai 700an juta orang naik pesawat per tahun,” katanya di Jakarta, Rabu (26/9) malam.

Besarnya potensi pasar penerbangan juga sangat didukung oleh kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Berbeda dengan Amerika yang kondisi geografis dan wilayahnya bisa dilalui dengan angkutan darat seperti kereta api maupun mobil. Berangkat dari kondisi itu, otomatis Indonesia butuh lebih banyak pesawat.

“Sabang sampai Merauke tidak sama seperti Amerika. Kita tidak bisa dibuka dengan kereta api, mobil. Bagaimana bisa Aceh sampai Merauke dengan kereta api,” katanya.

Menurut Habibie, pertumbuhan kebutuhan pesawat masih akan terus tinggi. Pesawat terbang dibutuhkan sebagai satu-satunya jalan untuk pergerakan manusia dari satu pulau ke pulau lain. (merdeka.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Kembalikan Pancasila di Tengah Masyarakat!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*