Habisnya Era Manis Bisnis Warnet, Menyusul Hancurnya Bisnis Wartel

Habisnya Era Manis Bisnis Warnet
Habisnya Era Manis Bisnis Warnet

Usaha warnet yang berkembang pesat sejak  tahun 2007-2010, karena bomingnya facebook, Twitter dan media soscial lainnya , saat ini mulai bertumbangan, karena maraknya usaha sejenis  dan turunnya tingkat kunjungan ke warnet.

Disepanjang jalur tagog sampai Jatinangor hanya ada  3 warnet pada tahun 2007. Tingginya ulasan media massa tentang facebook, membuat pengunjung warnet  membeludak, bahkan dibeberapa tempat sempat ada  daptar tunggu ,kondisi  didukung dengan mudahnya layanan Telkom speedy  untuk buka usaha warnet, membuat banyak pengusaha berlomba-lomba membuka usaha  warnet dengan rata-rata 10 unit.

Saya coba kunjungi dan amati satu persatu warnet yang ada, kemudian ngobrol sana-sani, pada tahun 2008-2009 pendapatan harian lumayan. Dengan tarif 3000/jam dengan tingkat keterisian 10 jam/perhari, maka 10 unit computer akan memberikan pemasukan sekitar Rp 300 ribu/hari.  Apalagi di daerah perumahan yang jaringan Telkom belum ada, ada yang mencapai pendapatan 500 ribu/hari.

Sementara biaya yang dikeluarkan relatifr ringan, biaya speedy Rp 850.000, pegawai 2 orang Rp 1.600.000, listrik 60 ribu, biaya perawatan Rp 300 ribu, kontrakan Rp 1000.000,  jadi total biaya hanya Rp 3.750.000. Bila asumsi pendapatan Rp 9000.000 saja,  pengusaha bisa mendapatkan laba Rp 5.250.000/ bln

Dengan Investasi awal berkisar 40-50 juta, dalam satu tahun bisa balik modal.  Tidak heran  sejak tahun 2008-2009, jumlah warnet berkembang luar biasa, bahkan pada tahun 2009, dari tagog sampai Jatinagor Bandung  ada penambahan   15 warnet lebih, belum lagi yang ada diperumahan.

Persaingan usaha yang kian berat, membuat biaya tarif turun, menjadi 2500/jam, belum lagi ada bonus tambahan satu jam bila jumlah pemakaian perhari lebih dari 3 jam.

Pelan tapi pasti, bisnis warnet mengalami kejenuhan, kondisi ini diperparah dengan gencarnya promosi Telkom speedy dengan paket murahnya, diikuti plash, IM2 dan banyak lagi yang laiinya, ditambah  dengan bomiingya HP China murah yang dilengkapi berbagai fitur yang bisa mengakses layanan internet,  dari FB, twitter, google dan laiinya.

Baca Juga :  Sejarah Apple, Inc. yang Sensasional

Tidak heran banyak pengusaha warnet mengeluh dan bertumbangan, bahkan saat ini pendapatan yang biasanya diatas 200 ribu, sekarang dapat 70 ribu/hari sudah biasa.

Saat ini satu persatu banyak warnet tutup, walau sempat melonjak pada awal tahun 2010 dengan boming game online, tapi itu tidak mampu menahan kejatuhan bisnis warnet.  Banyak pengusaha yang baru masuk  pada tahun 2010  rugi besar,  karena pada pertengahan 2010 tingkat keterisian sudah sangat berkurang, bahkan pada beberapa warnet, tidak lebih dari 2jam/hari/unit.

Saya kira ini sebuah pelajaran berulang yang harus dicermati oleh para pelaku bisnis, apalagi pebisnis pemula. Kecepatan dan ketepatan masuk pada suatu usaha sangat diperlukan, jangan sampai kita keceblos karena salah memprediksi masa depan tehnologi yang kian  cepat berubah dan prilaku konsumen .

Tentu kita ingat bisnis wartel yang sangat menguntungkan pada tahun 1990-2000 an, juga harus hancur karena  turunnya harga HP dan murahnya biaya percakapan yang ditetapkan operator, apalagi bila sesama operator.

Tahun 1998, tahun pertama kampung saya ada wartel, komunikasi satu arah yang dilakukan oleh Ortu bila harus menelpon anaknya dirantau yang lagi kuliah dipulau jawa  selama ini , sedikit bisa dikurangi, karena saya bisa nelpon balik, saya bisa menghubungi dulu petugas wartel dikampung, kemudian  akan disampaikan ke ortu, jadi kalau duit habis lebih cepat sampai kabar beritanya hehe.  Coba kalau pakai surat bisa 2 minggu, apalagi dikampung saya, Pak pos hanya menitipkan surat kepada kepala desa.

Baca Juga :  Waspada, Google Image Jadi Alat Penyebar Virus

Saat ini dengan hanya 200 ribu rupiah, orang-orang dikampung sudah pada punya HP, biaya percakapanpun kian murah, dan seperti sudah diprediksi, wartel dikampung kamipun tinggal sebuah kenangan, sama seperti wartel-wartel lain yang telah berjasa menghubungkan Indonesia dari sabang sampai mereuke yang begitu dekat disuara, walau jarak beribu mil.

Kembali kebisnis warnet dan wartel, ini semua sebuah pelajaran yang sangat berharga bagi pelaku bisnis. Bisnis wartel bisa bertahan hampir 20 tahun, bisnis warnet bomingnya hanya 5 tahun, kedepannya bisnis-bisnis seperti ini barangkali lebih singkat.

Pesan dari tulisan ini, kita harus terus mencari peluang usaha, cepat memulai, keluar pada saat pasar sudah mulai menurun. Jangan sampai juga kita memaksakan usaha yang sudah rugi, karena prilaku pasar atau tehnologi  yang sudah berubah.

Pesan ke dua, jangan pernah merasa nyaman dengan usaha yang kita punya sekarang, kita harus terus berinovasi dan terus mencari  peluang, baik pasar baru atau produk baru. Salam Sukses. (kompasiana.com)


s23 1784109020 ico 1427072354 Habisnya Era Manis Bisnis Warnet, Menyusul Hancurnya Bisnis WartelOleh : Sobran Holid – Pelaku usaha kecil, yang bergaul dengan orang-orang kecil. – kompasiana.com/s23

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

10 Komentar

  1. 2019 warnet masih banyak, tapi banyak juga yang sudah berguguran. apalagi sekarang saingannya hp android ngeri2 sedap lah, persaingan tarif perang tarif antar warnet juga membuat semakin ancurnya bisnis warnet

  2. pengusaha warnet sekarang harus pintar cari solusi dengan sepinya para pengunjung.
    sudah banyak kejadian yang ga bisa bersaing dengan yang lainnya akhirnya memilih tutup.
    tapi ada beberapa warnet game masih banyak yang ramai.

  3. gini ya ini pengalaman saya pribadi sebagai anak warnet selama 9 Tahun huhuhu tpi sekarang sih udh punya PC pribadi di rumah dengan wifi indihome , Keluhan saya kepada warnet jaman sekarang ialah parah banget , masa iya Speed Download Cuma 2MBPS + perlengakapan Warnet seperti Mouse dan keyboard yang sudah agak rusak + di tambah lagi Spec PC yg pas pas an ( ngelag ) + Kotor pula dan yang jadi masalah terakir Biaya biling mahal banget yaitu 3000 , bahkan di beberapa warnet ada yang 4000 – 4500 /jam kalau di bandingin dengan warnet jaman dulu ( tahun 2000 – 2006 ) yang sejam cuma 2000 dan 1000 sama dengan setengah jam itu udh termasuk nyaman 😀 cuma aja anda bayangin :3 udah mah Loading Game Lemot ! Download LAMA ! di tambah Stuck lah ini lah + Biling terus naik ya otomatis lama kelaman pelanggan malas dan memutuskan untuk mencari warnet lain dengan Tarif yang memadai dan spec yg mendukung untuk kebutuhan game nya . 😀

    Jadi Kesimpulan nya : Pasang tarif yang wajar wajar saja saya mengerti alasan anda menaikan tarif demi kebutuhan hidup anda tapi sebelum itu lihat terlebih dahulu apakah fasilitas PC dan lingkungan yang anda miliki CUKUP BAIK untuk bersaing dalam tarif yg besar ? kan Percuma kalau Tarif di naikin tapi pelanggan malah jadi terus berkurang sedikit demi sedikit 😀 itu saja sih kesimpulan dari saya

  4. Buat pengusaha warnet yg masih menjual harga 4000/jam ato 3000/jam lebih baik tutup aja warnetnya. Harga segitu kemahalan, ga akan laku…Klo mo kaya jgn bisnis warnet. Ngapain bayar 3000-4000/jam enakan duit segitu di beliin pulsa en bisa ngenet di rumah…

    Klo mo jualan pake otak dong, jgn masang harga pake dengkul….Klo ngimpi kaya nikahi aja org kaya, keliru ngimpi bisnis warnet 4000/jam lalu ngimpi jadi konglomerat….

    • yach susah juga bosss klo di bawah 3000 karena kami butuh makan. Kami harus menaikkan tarif, ato istri dan anak kami tidak makan. Warnet adalah satu satunya penghidupan kai, mohonlah Bosss mengerti

    • yach susah juga bosss klo di bawah 3000 karena kami butuh makan. Kami harus menaikkan tarif, ato istri dan anak kami tidak makan. Warnet adalah satu satunya penghidupan kai, mohonlah Bosss mengerti/……………………….

  5. Himbauan Kepada Para Pengusaha Warnet se-Padangsidimpuan :
    (Khususnya warnet-warnet baru)

    Bersainglah secara SEHAT, jangan kalian saling menjatuhkan harga.. sebagai contoh saat ini di seputaran SADABUAN yaitu daerah yang sangat padat warnet para pengusaha warnet bisa kok menyamakan tarif.. di Sadabuan itu kebanyakan pasang tarif Rp. 4000/jam… ini demi kebaikan sesama warnet.

    kalau kalah bersaing silahkan gulung tikar saja !, JANGAN MALAH MENJATUHKAN HARGA.
    pelanggan itu bukan hanya melihat MURAHNYA TARIF DI WARNET ANDA.. tapi pelayanan dari warnet tersebut juga menjadi satu penilaian…, misalnya keramahan, kenyamanan, keamanan, parkir, dll.

    Satu pengalaman di Sadabuan ini ada warnet yang menjatuhkan harga, dimana warnet lain masih Rp. 4rb / jam tapi dia malah bikin Rp. 3rb/jam… eh malah warnet yg 3rb / jam itu yang gulung tikar.. TANYA KENAPA ??????

    INGAT..! kalau kalian saling menjatuhkan tarif YANG RUGI NANTI KALIAN SENDIRI..! mungkin di awal2nya terasa menguntungkan tapi yakinlah lama kelamaan anda akan terasa RUGINYA… karena biaya operasional warnet semakin hari bisa semakin besar… Tarif Listrik dari PLN Suatu saat Bakalan Naik, dan akan terus naik secara berkala, Gaji anggota juga standardnya akan naik.. gak mungkin segitu2 terus, dan jangan lupa biaya hidup juga akan NAIK..! karena saat ini pemerintah sedang memikirkan pengurangan SUBSIDI.. artinya Harga Minyak akan MElonjak.. diikuti harga kebutuhan pokok…

    Tarif Listrik Bakal Naik
    Harga BBM sebentar lagi Naik
    Harga2 Kebutuhan hidup akan melonjak
    Operator pun minta Naik Gaji..
    Sewa tempat (bagi yang menyewa) sudah pasti akan NAIK
    eh tarif warnetnya malah diturunkan ??????

    Soooo… masih mau TOLOL MENJATUHKAN TARIF ????????

    PERSAINGAN BUKAN ALASAN UNTUK MENJATUHKAN TARIF..!
    ITU ADALAH CARA-CARA PENGECUT !

    Tarif Rp. 4.000 / jam itu sudah cukup wajar untuk saat ini, jangan diturunkan lagi..
    be realistis lah…..

  6. maaf saya mau revisi sedikit tentang biaya listrik yg dicantumkan 60rb pada tahun 2008-2009. padahal waktu itu warnet mungkin masih memakai layar tv komputer yang besar bukan lcd seperti skrg yang layar tv besar+cpu pemakaian listriknya bisa memakan 400 watt max 600 watt perkomputernya, jadi seharusnya biaya listrik lebih besar daripd skrg yg mulai memakai layar tivi lcd bahkan ada led nya yang mencakup hanya 200-300 watt,krn warnet saya memakai ac dengan 8 client maka total listrik perbulan saya mencapai kurang lebih 800rb/bulannya (memakai daya 3500 watt). jadi saya agak ragu apakah perincian yang bapak bikin bener2 berdasarkan pengamatan atau kah mengira2..saya jg tidak tahu…
    bisnis wartel mati karena memang sudah masanya,itu bener pak karena semua orang mau kaya,miskin bisa beli hp,bisa berhubungan via sms,lebih murah daripada telepon wartel.
    tapi kalau bisnis warnet maka saya berpendapat akan terus berjalan sampai akhirnya ketika semua kota indonesia memiliki akses gratis internet dari pemerintah (dengan kecapatan penuh dan kuata unlimited tentunya tanpa kuota yang dibatasin) maka disitu lah warnet di seluruh indonesia bakal gulung tikar.
    kenapa bisa begitu, karena kebutukan browsing,download,tentu kita masih mencari sebuah warnet,karena tidak semua org sanggup untuk berlangganan speddy,walaupun banyak provider internet seperti telkomsel,xl dsb yang murah masih tidak bisa mencukupi kebutuhan itu krn kuotanya dibatasin,walaupun tulisannya unlimited, kita ga mungkin bisa mendownload film krn waktunya sangat lelet dan sebagainya,
    saya membuat warnet saya dengan 2 variasi, warnet dan game online (yang beneran warnet dan game online,bukan tulisannya saja,tapi ketika masuk ternyata game online full tanpa warnetnya) melayani printing,burning,scanning,browsing,chatting,game online. dengan begitu jangan takut kita sepi, krn apabila salah satunya sedang down makanya satunya yang akan mengangkat
    saya tidak suka dengan istilah “jangan pernah merasa nyaman dengan usaha yang kita punya sekarang, kita harus terus berinovasi dan terus mencari peluang, baik pasar baru atau produk baru” karena itu sama saja dengan membuat orang jadi ” moodian”. ketika sudah bosan dengan usaha 1 belum balik modal sudah pengen berhenti dan jalanin usaha kedua,ketika bosan lagi dengan yang kedua ini,tinggalakan lagi kemudian jalanin lagi usaha ketiga dan seterusnya sampe modal ngga balik2,jangankan untung. saya rasa yang cocok dengan suatu bisnis usaha adalah ketika anda memiliki usaha bisnis 1, jalankan ketika sudah memiliki modal memulai bisnis lain,bukalah,jalankan kedua bisnis anda,lebih bagus memiliki bisnis yang sama-sama menunjang. misalnya saya sebelum memiliki warnet sudah memiliki bisnis online shop,krn tidak puas dengan pemakaian provider internet seperti telkomsel flash ataupun xl, dan lokasi rumah saya di dipedalaman sehingga tidak ada akses internet speddy,maka saya mengumpulkan uang dari hasil online shop saya untuk membuka sebuah warnet,jadi selain untuk penambahan hasil,bisa juga membantu bisinis saya yang satunya yaitu online shop. saya memiliki temen yang moodian pertama dia membuka toko games,krn waktu itu yang trend dan dicari org adalah toko game lalu berhenti kemudian membuka warnet game online, setelah berhenti lagi krn tergiur oleh rayuan orang tuanya untuk menjalakan usaha batu bara. well sampe skrg saya tidak melihat hasilnya,krn semua usaha yang dia jalankan tidak dijalankan sungguh2
    saya rasa kunci dari sebuah usaha adalah untuk terus optimis,dengan service yang tidak pernah berubah tetap memberika pelayanan terbaik buat customernya,tidak takut untuk menambah usaha apapun, dan tentu saja tetep konsisten dan percaya pada diri sendiri. jadi kepada rekan warnet semua..teteplah optimis yah

    • lo kira tarip pln dan sepidy geratis pakek tarip 3000. matamu itu .kalo gak ada warnet lo pun susah tau,. jangan lo angarin hp itu .. hp itu hanya mainan anak2 yang harganya semacam tahu goreng . lo ngmong jgk pakek otak jangan pakek pukimak setan lo .. gua jadi merasa karna gw pnya warnet ,,, lo ngmog gtu jd naik tangan gw pngen jotos mucung lo itu . anjing lo ya

  7. Ia itu emang sudah menjadi kenyataan, Yang menentukan adalah kemampuan manajemen warnet tersebut apakah bisa bertahan menghadapi persaingan, warnet saya sudah berjalan 6 thun dan saya optimis untuk menyongsong 5 thun kedepan, seperti hendak pemilu aja wkwkwkw, kita bisa berencana tuhan juga yang menetukan. harus kreatif lah salam buat rekan2 sesama pengusaha warnet.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*