Halangi Tugas Wartawan, Manajer PT AR Jadi Tersangka

Padangsidimpuan, (Analisa). Karena menghalangi tugas wartawan yang melaksanakan tugas peliputan, ST Manajer PT AR di Desa Aek Pining, Kecamatan Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Selasa (27/9) resmi ditetapkan pihak Polres Tapsel sebagai tersangka.

Kapolres Tapsel AKBP Subandriya SH MH melalui Kasat Reskrim AKP Lukmin Siregar SH kepada wartawan melalui telepon mengatakan, pihaknya sudah menetapkan Stevi Thomas sebagai tersangka setelah yang bersangkutan diperiksa terkait pengusiran yang dilakukan tersangka terhadap wartawan. “”Nanti kami kirim pemberitahuan perkembangan hasil sidik kepada korban,”” kata Lukmin.

ST diperiksa Polres Tapsel, Jumat (23/9) lalu terkait ulahnya yang mengusir wartawan Harian Waspada, Ahmad Cerem Meha ST, yang juga anggota PWI Cabang Sumatera Utara. Pengusiran dilakukan secara tidak manusiawi ketika pertemuan antara PT.AR, Tim Fasilitasi Pemkab Tapsel dengan masyarakat sekitar pertambangan yang tergabung dalam FK-ALAM (Forum Komunikasi Adat Luat Marancar).

Kasat Reskrim menerangkan, Polres Tapsel akan menindaklanjuti proses hukum yang menimpa korban setelah Manager PT.AR itu dilaporkan atas pengusiran terhadap dirinya belum lama ini ketika pertemuan dengan masyarakat Kecamatan Marancar, Batangtoru sekitarnya terkait aktivitas perusahaan yang ditengarai mencaplok tanah ulayat.

“”Kita akan proses dan tindaklanjuti sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,”” imbuh Kasat Reskrim. Sebelumnya, ahli dari Dewan Pers, HA Ronny Simon, Rabu (14/9) telah dimintai keterangannya sebagai saksi ahli oleh pihak penyidik Polres Tapsel terkait Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Baca Juga :  Kejatisu Segera Usut Dugaan Korupsi Rp. 26 M di Tapsel

“”Manajer PT AR Batangtoru, Stevi Thomas telah melanggar UU Pers karena tindakannya termasuk menghalang-halangi tugas seorang wartawan untuk mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Dalam hal tersebut Stevi Thomas dapat dipidana dengan Pasal 18 Ayat (1) UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dengan ancaman dua tahun penjara atau denda Rp 500 juta,” tegas Ronny Simon.

Harusnya, lanjut Simon, seorang manajer apalagi membidangi publik relation Stevi Thomas tidak semestinya melakukan pengusiran terhadap wartawan terlebih di depan umum. “Semestinya Stevi Thomas mempersilakan wartawan tersebut keluar ruangan dengan bahasa yang sopan bila rapat tersebut memang ada hal-hal yang dirahasiakan, bukan malah mengusir dengan suara lantang,” ujarnya. (sah/rrs)

analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*