Hampir Seluruh Jalan di Batubara Rusak

RUSAK: Salah satu ruas jalan di Kabupaten Batubara yang memiliki kerusakan parah. Jalan Simpang Dolok menuju simpang tiga Labuhan Ruku ini merupakan akses utama bagi masyarakat untuk menuju Kecamatan Tanjung Tiram dan Kecamatan Limapuluh. Namun hingga kini belum ada upaya perbaikan dari pemerintah melalui dinas terkait. – (Analisa/alpian)

MEMANG bisa dibilang Kabupaten Batubara masih ‘seumur jagung’. Namun bila dilihat dengan daerah lain yang juga tidak jauh berbeda dengan usia Kabupaten Batubara. Katakanlah Kabupaten Serdang Bedagai, pembangunan di Batubara jauh tertinggal.

Banyak orang bilang Serdang Bedagai meski usianya hampir sama dengan Batubara, tetapi daerah ini dikatakan lebih maju dari Kabupaten Batubara.

Kabupaten Batubara disetujui oleh DPR RI tanggal 8 Desember 2006. Diresmikan tanggal 15 Juni 2007. Jadi bila dihitung usianya Kabupaten Batubara baru beranjak 9 tahun. Kalau anak sekolah bisa dibilang masih kelas 3 sekolah dasar (SD). Lantas kenapa daerah lain yang usianya relatif sama dengan Kabupaten Batubara bisa dibilang lebih maju?

Memang jika dilihat dari segi infrastrukturnya. Hampir seluruh ruas jalan di Kabupaten Batubara rusak. Hampir seluruh ruas jalannya masih memakai jalan yang dibangun oleh Kabupaten induknya yakni Kabupaten Asahan.

Banyak ruas jalan di Kabupaten Batubara yang hingga kini belum tersentuh pembangunan sejak Kabupaten Batubara berdiri. Yang sangat memalukan ruas jalan dari Kantor Bupati Batubara menuju rumah dinas Bupati Batubara H OK Arya Zulkarnain, SH MM yang setiap hari dilalui oleh sang bupati.

Baca Juga :  Pemenang Paket Proyek Total Rp 4,3 M di Dinas Pendidikan Sibolga Diumumkan

Jalannya masih dipenuhi lubang. Kondisi jalan sangat memprihatinkan. Karena jalan tersebut di hotmix sejak masa Kabupaten Asahan. Hingga kini sejak Batubara berdiri jalan tersebut belum pernah dihotmix kembali. Jadi tidak heran kalau jalan tersebut banyak lubangnya.

Lantas bagaimana dengan jalan yang tidak setiap hari dilalui bupati? Kalau jalan yang dilalui bupati saja luput dari perhatiannya bagaimana dengan jalan-jalan yang lain. Sungguh sangat memprihatinkan. Hampir di setiap ruas jalan di tujuh Kecamatan se Kabupaten Batubara rusak.

Di antaranya jalan Perintis Kemerdekaan Limapuluh menuju simpang tiga Labuhan Ruku Kecamatan Talawi jalannya rusak. Hampir disetiap ruas jalan banyak lubang yang menganga. Kemudian jalan dari Tanjung Tiram di Kecamatan Tanjung Tiram menuju Simpang Gambus di Kecamatan Limapuluh hampir seluruh jalannya rusak.

Lalu jalan dari Gambus Laut menuju Kecamatan Air Putih dan Kecamatan Sei Suka juga juga rusak parah. Apalagi dari Tanjung Tiram menuju Kecamatan Sei Balai jalannya juga hancur. Sungguh sangat memalukan Batubara yang telah berdiri sejak 8 tahun lalu, akses jalannya masih bekas bangunan jalan Kabupaten Asahan.

Hal ini seakan tak menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Batubara untuk berbenah memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakatnya.

Dinas PU Kabupaten Batubara yang saat ini dijabat oleh Harry Sukardi sebagai pelaksana tugasnya seolah tutup mata melihat kerusakan seluruh ruas jalan di Kabupaten Batubara. Dinas PU Kabupaten Batubara seakan tak memiliki peran yang sangat signifikan untuk pembangunan di Kabupaten Batubara.

Baca Juga :  Peringatan 107 Tahun Gugurnya Raja Sisingamangaraja XII

Ditambah lagi sejumlah pejabatnya yang hingga kini sudah banyak yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Limapuluh.

Masyarakat Batubara seakan tak memiliki lagi kepercayaan kepada Pemerintah Kabupaten Batubara. Tak ada program prioritas yang terlihat berhasil dijalankan di Kabupaten Batubara. Masyaratnya masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Siapakah yang bertanggung jawab untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batubara. Banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Pemerintahan Bupati OK Arya Zulkarnain, SH MM bersama RM Harry Nugroho, SE.


Oleh: Alpian – ANALISA

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*