Harga Beras di Tapsel Naik

Tapsel. Harga beras di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mengalami kenaikan pada bulan Ramadhan dan Harga tersebut diperkirakan bertahan sampai hari raya Idul Fitri. Harga beras jenis IR-64 Rp 10.500/kg dan beras kuku balam Rp 11.500/kg.
Pantauan MedanBisnis di pasar Sigalangan, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapsel, kenaikan harga beras ini sudah berlangsung sejak Ramadhan tiba. Sebelumnya harga beras IR-64 hanya berkisar Rp 8.500/kg. Beras kuku balam sebelumnya hanya berkisar Rp 9.500/kg.

Masyarakat Sigalangan dan sekitarnya mulai mengeluh akan mahalnya harga beras. Kenaikan harga beras ini berdampak pada biaya kebutuhan keluarga sementara harga produksi pertanian yang relatif murah membuat perbelanjaan tidak seimbang.

“Kami harus belajar hemat untuk mengatur belanjaan kalau tidak kebutuhan akan kurang,” ujar Safri (42) warga Sigalangan usai berbelanja di pasar Sigalangan.

Senada juga disebutkan Opan (52). Dia mengatakan kenaikan harga beras sangat berdampak pada ekonomi masyarakat. “Pada Ramadhan kali ini kebutuhan tinggi, ali-ali mikirkan baju lebaran, pakaian anak sekolah tahun ajaran baru lebih penting,” katanya.

Disebutkan, harga karet yang hanya berkisar Rp 7.000/kg tidak dapat menandingi harga kebutuhan rumah tangga lainnya. Apalagi bulan puasa semuanya serba mahal.

Kenaikan harga beras ini ternyata juga dipantau Dinas Perindustrian Peradagangan dan UKM Tapsel pada minggu pertama Ramadhan, namun tidak bisa mengambil sikap terhadap kenaikan harga ini.

Baca Juga :  Hasil Perhitungan Suara Pilpres 2014 - Prabowo-Hatta Unggul di Kabupaten Palas

“Benar harga beras di Pasar Batangtoru, Pasar Sipirok dan Pasar Sigalangan terjadi kenaikan harga khususnya IR-64 dijual Rp 10.500 per kg demikian juga beras kuku balam dijual Rp 11.500 per kg,” kata Kadis Perindag Tapses, Rustam Efendi melalui Kabid Perdagangan, Muhammad Ali kepada MedanBisnis di kantornya, Rabu (1/7).

Namun sejauh ini upaya pemerintah melakukan operasi pasar belum ada, sementara masyarakat sudah merasakan dampak kenaikan harga yang terjadi. “Kita belum ada membuat program operasi pasar,” ujar Muhammad Ali.

Pemerhati ekonomi masyarakat Tapsel A Simamora mengatakan, kenaikan harga beras ini tidak boleh dipandang main-main oleh pemerintah. “Pemerintah harus secepatnya bertindak melakukan langkah yakni melalui oeperasi pasar,” katanya.

Dia mengatakan, masyarakat saat ini cukup mengeluh, selain harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan khususnya beras sangat berdampak terhadap perekonomian. “Keberadaan Bulog dalam hal ini juga penting. Harus ada kerjasama pemerintah dan Bulog untuk segera melakukan operasi pasar,” katanya.

Anggota DPRD Tapsel, Drs Ali Adanan Nasution, akan menelusuri kondisi kenaikan harga beras ini. “Bila memungkinkan kita akan mendesak pemerintah untuk berkordinasi dengan Bulog dan melakukan operasi pasar,” katanya.


IKHWAN NASUTION – MedanBisnis

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Super Series Masters Finals Taufik Tersingkir

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*