Harga Beras Ikut Naik

PALAS – Menyongsong Ramadan yang sudah tak lama lagi, harga sebagian kebutuhan pokok sehari-hari terus berubah di pasar. Sebelumnya, harga cabai yang dianggap normal hanya Rp25 ribu per kilogram, sudah naik menjadi Rp40 ribu. Tak hanya itu, beras juga ikut terkerek naik, dengan kenaikan rata-rata per kilogram sekitar Rp500 sampai Rp1.000.

Pantauan Metro Tabagsel di Pasar Sibuhuan, kemarin, harga beras kuku balam sudah mencapai Rp12.000 per kilogram. Padahal, sebelumnya masih bertahan di angka Rp11 ribu setelah naikn juga harganya seribu rupiah di akhir Mei. Sementara, jongkrong lr 64, sedikit di bawahnya, yakni Rp 11.000 per kilogram. Namun, akhir Mei, masih sempat bertahan di angka Rp9.500.  “Baru tiga hari lalu naiknya,” ujar pedagang boru Hasibuan di kios miliknya di dekat Pasar Sibuhuan, kemarin.

Sementara itu, hal sama juga berlaku untuk beras lokal. Ada juga kenaikan harga dari sebelumnya. Sebelumnya, hanya Rp9.000 sampai Rp10.000 per kilogram, sudah beranjak naik menjadi Rp11.000.

“Iya. Naik harganya sedikit. Biasalah, jelang puasa,” kata Rahma Hasibuan, pedagang berbeda. Dari beberapa komoditi kebutuhan sehari-hari, dua item ini, cabai dan beras, merupakan harga paling cepat pergerakan atau perubahannya. Malah, pedagang juga meyakini, perubahan harga akan terus terjadi sampai puasa dan menjelang lebaran.

Di tempat terpisah, pengelola RM Arhan Jaya di Padang Luar, Misna Hasibuan, mengaku kenaikan harga ini akan berpengaruh pada pengeluaran mereka. Untuk solusinya, terpaksa cabai akan dikurangi dulu. “Tak mungkin pula kita langsung naikkan harga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kabut Asap Resahkan warga Madina

Di tempat terpisah, beberapa warga berharap ada operasi pasar yang bisa digelar rutin di Sibuhuan menjelang puasa dan lebaran nanti. Terlebih, diketahui, di Medan sudah digelar operasi pasar oleh Bulog untuk cabai merah. Saat itu, cabai merah dijual hanya Rp25 ribu per kilogram.

Komunikasikan dengan Bulog
Dalam kesempatan terpisah, Kabid Perdagangan Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan UMKM Padang Lawas Dingin Rambe mengaku kaget dengan perubahan harga itu. “Masa iya? Harga naik ya?” ungkapnya.

Ketika disebutkan adanya harapan warga agar Pemkab Palas bisa menggandeng Bulog ke daerah ini untuk operasi pasar, Rambe mengatakan, akan coba mengkomunikasikan dulu ke Medan.  “Susahnya, di tempat kita ini beras bulog tak laku. Mungkin, cabai laku lah ya…,” ungkapnya.

Dikatakannya, Diskoperindag Palas sendiri hanya akan menggelar operasi pasar menjelang Ramadan nanti. Itu pun, kebutuhan yang disediakan, hanya gula dan minyak goreng.  (lay)


METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*