Harga Cabai Anjlok Di Madina, Petani Lemas

Anjloknya harga cabai merah sepekan terakhir ini membuat sejumlah petani cabai di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal seolah-olah kehilangan harapan dan lemas. Sebab, hasil panen cabai inilah nantinya yang diharapkan petani sebagai biaya kebutuhan selama Ramadan dan menyambut lebaran. Saat ini, harga cabai di toke pengumpul hanya sekitar Rp8 ribu per kilogram (kg).

Beberapa petani cabai di antaranya, Yusuf Nasution (30), Ahmad (27) dan petani lainnya di Desa Lumban Dolok, Kecamatan Siabu menuturkan, mereka bersama petani lain memilih menanam cabai merah karena harganya bisa menguntungkan petani.

“Sebulan lalu kami sudah yakin kalau saat lebaran ini petani cabai akan lebih mapan. Namun sejak sepekan terakhir ketika berada di puncak panen, harganya cabai merah anjlok atau turun drastis. Inilah yang sangat menyedihkan petani karena asa dan harapan mereka sudah tertanam pada hasil tani cabai ini,” kata Yusuf dan Ahmad serta warga lainnya kepada METRO, Selasa (31/8).

Diceritakan mereka, sebulan lalu ketika tanaman cabai mereka baru mulai berbuah, harga cabai di pasaran masih bagus. Petani bisa menjual cabai seharga Rp25 ribu hingga Rp30an ribu per kg kepada toke pengumpul. Namun ketika tanaman cabai mereka memasuki masa puncak panen, dalam sepekan terakhir ini harganya malah turun drastis atau sekitar Rp8 ribu per kg. Akibatnya petani sangat rugi mengingat biaya obat dan perawatan yang dikeluarkan begitu tinggi.

Baca Juga :  Pemkab Palas belum ada kemauan berbenah

Sementara itu, Armoni (25) seorang toke cabai di Desa Lumban Dolok menyebutkan, harga cabai turun sejak sepekan terakhir. Penurunan harga bertahap hingga cabai merah Selasa (31/8) yang dibelinya dari petani seharga Rp8 ribu hingga Rp9 ribu per kg atau tergantung kepada kualitas barang. Sedangkan pihak toke menjual kepada pedagang di pasar seharga Rp11 ribu per kg.

“Harga ini sudah turun sejak sepekan lalu mulai dari Rp25 ribu per kilogram hingga terus turun hingga hari ini menjadi Rp9 ribu per kg. Kami tidak tahu penyebab turunnya harga cabai ini karena kami juga mengikuti harga pasar. Namun biasanya harga ini sesuai dengan kuantitas barang di pasar. Artinya kalau sedikit barang yang masuk di pasar maka harganya akan naik, dan begitu juga sebaliknya. Hari ini barang (cabai merah, red) agak banyak di pasar, karena dari daerah Madina saja sudah memasuki masa panen, belum lagi dari daerah lain yang dikirim ke pasar Madina,” terang Armoni.

Nurainun (52), pedagang cabai di Pasar Baru Panyabungan saat ditemui METRO, Selasa (31/8) mengatakan, harga cabai merah pada Selasa (31/8) dijual ke pembeli seharga Rp14 ribu per kg. Dan harga ini sudah berlangsung sejak beberapa hari terakhir.

Menurut Nurainun, harga tersebut belum stabil mengingat semakin dekatnya pelaksanaan lebaran. Karena, menurutnya, konsumsi kebutuhan rumah tangga saat bulan puasa dan lebaran akan meningkat dan harga cabai dengan sendirinya akan naik.

Baca Juga :  Pesta Jubelium HKBP di Tabagsel, Wali Kota Diulosi

“Harga cabai beberapa hari ini Rp14 ribu per kg, dan ini sudah sangat jauh turun karena sebulan yang lalu masih sempat Rp40 ribu per kg. Saya yakin harga ini masih bisa naik mengingat meningkatnya kebutuhan dapur saat di bulan puasa dan pelaksanaan lebaran nantinya,” ucap Ainun.

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Harga_Cabai_Anjlok_Petani_Lemas

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*