Harga Cabai Keriting Merah Mulai “Pedas”

Salah seorang pedagang cabai keriting merah menjajakan dagangannya kepada pembeli di pusat pasar tradisional Gunung Tua, Minggu (21/6).- (Analisa/tohong p harahap)

Paluta, Harga cabai keriting merah di Pusat Pasar Tradisional Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) tidak dapat diprediksi dan bahkan sering berubah setiap harinya, terkadang menaik dan terkadang menurun, Minggu (21/6).

Salah seorang pedagang cabai di Pasar Gunung Tua, Nurlaini boru Regar kepada wartawan menuturkan, harga cabai yang tidak stabil ini sudah berlangsung selama seminggu terakhir, namun yang pasti harga cabai merah sudah mengalami kenaikan sebelum Ramadan.

Dikatakannya, harga cabai merah keriting yang sebelumnya berada di kisaran Rp38 ribu perkilogram (perkg), sekarang sudah mencapai Rp43 ribu hingga Rp45 ribu perkg dan hampir setiap harinya mengalami perubahan walaupun tidak terlalu signifikan.

“Yang jelas harga cabai merah naik, dan sering berubah, artinya masih kurang stabil, hari ini saja kita jual 45 ribu sekilo, padahal dua hari yang lalu harganya masih 43 ribu kita jual perkilo,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga cabai ini karena langkanya pasokan dari petani, yang saat ini belum memasuki masa panen.

Selain langkanya pasokan, naiknya permintaan konsumen juga menjadi salah satu faktor kenaikan harga cabai seiring memasuki bulan Ramadan.

Dia mengaku belum bisa memprediksi sampai kapan kenaikan harga cabai ini terjadi. Namun, biasanya pada pertengahan Ramadan dan menjelang Lebaran harga akan kembali mengalami kenaikan seiring dengan permintaan yang semakin meningkat.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Korupsi di Satpol PP Madina TA 2009 Dilimpahkan

“Sebab berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, harga cabai merah pertengahan bulan puasa akan lebih mahal dibandingkan awal bulan puasa,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Yusti (29) ibu rumah tangga yang ditemui saat belanja di Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak. Dikatakan, kenaikan harga cabe merah yang terjadi ini belakangan ini cukup memberatkan mereka.

Sebagai ibu rumah tangga, lanjutnya, hal itu sudah dapat diprediksinya sejak beberapa minggu sebelumnya karena menurut kebiasaaan sebelumya harga-harga bahan pokok tak terkecuali cabai merah akan mengalami kenaikan saat memasuki bulan Ramadhan.

Bahkan dirinya yakin kalau kenaikan harga cabe merah dan barang sembako lainnya di Ramadhan ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga Idul Fitri nanti.

“Saya sih sudah tidak heran lagi kalau harga cabai merah akan semakin mahal memasuki Ramadan, bahkan saya yakin harganya akan terus naik menjelang Idulfitri nanti karena pada saat itu kebutuhan cabai merah akan lebih tinggi dibandingkan sekarang,” pungkasnya.

Pantauan wartawan, Minggu (21/6) di Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, harga cabai keriting merah mengalami sedikit kenaikan dari harga sebelumnya berkisar Rp 43 ribu per kg menjadi Rp 45 ribu per kg.

Sementara, Plt Kepala Dinas Perindag Paluta Hamdan Sukri Siregar mengungkapkan pihaknya telah membentuk tim terpadu untuk memantau perkembangan harga sembilan bahan pokok, selama bulan Ramadan 2015 hingga Idulfitri mendatang.

Baca Juga :  Soal Kerusakan Jalan dari Jembatan Siborang hingga Padangmatinggi = Berstatus Jalan Nasional, Pemko Tak Berhak Memperbaiki

Tim tersebut, lanjutnya, akan memantau harga pasaran, dan melaporkannya kepada Disperindag Paluta, sehingga bisa acuan jika terjadi permainan di lapangan. (ong)


Analisa

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*