Harga Cabai Melejit, Kementan Keluarkan Jurus

Harga cabai dan bawang terus mengalami kenaikan hingga saat ini. Kenaikan harga kedua jenis sayur sebagai bumbu masak andalan itu paling tinggi dibanding harga kebutuhan pokok dan hasil kebun lain, yaitu mencapai 50%-60%.

Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi, usai rapat korrdinasi stabilisasi harga bahan pokok di Kementerian Perdagangan, Rabu (7/7), mengatakan meskipun harga cabai dan bawang naik, namun persentase kenaikannya lebih rendah dari Juni. Saat ini, kenaikan harga cabai pada Juli hanya sekitar 30-35%.

“Juli telah mengalami penurunan dibanding persentase kenaikan pada Juni. Pada Juni, kenaikan
harga cabai rawit dan cabai merah mencapai 60-70%,” katanya.

Menurut Bayu, kenaikan terjadi karena fator cuaca yang mempengaruhi daya tahan kualitas cabai dan bawang. Ini berakibat pada kurangnya pasokan. Padahal, masyarakat Indonesia terbiasa mengkonsumsi cabai segar, bukan cabai yang dibekukan atau cabe kering.

“Karena cuaca, produksi cabai bisa busuk atau rusak. Sementara daya tahan cabai segar hanya lima hari,” katanya.

Untuk mengantisipasi terus naiknya harga cabai karena faktor cuaca, Kementerian Pertanian akan meningkatkan dan mempercepat produksi dengan menggunakan teknologi sistem penaungan (shading) di sentra produksi holtikultura di dalam dan luar Jawa. “Supaya air hujannya tidak pecah, maka dengan shading diharapkan pasokan pada Agustus bisa meningkat,” katanya.

Berdasarkan data di Kemendag, harga rata-rata cabai merah keriting sebesar Rp33.844 per kilogram. Kenaikan harga pada Juli sebesar 31,20% dari harga rata-rata Juni. Demikian pula harga cabai merah biasa yang mencapai Rp33.350 per kilogram pada Juli. Kenaikan harga mencapai 31,94% dari harga rata-rata pada Juni.

Baca Juga :  Laporan Jumlah Honorer Banyak Tak Wajar

Selain cabai, harga bawang merah juga terus mengalami kenaikan. Hingga Juli, kenaikannya mencapai 15%. Menurut Bayu, persentase kenaikan tersebut mengalami penurunan dibanding bulan lalu yang mencapai 30%-35%.

Berdasarkan data di Kementerian Perdagangan, harga bawang merah pada Juli rata-rata sebesar Rp19.453 per kilogram. Harga mengalami kenaikan sebesar 16,81% dari harga rata-rata pada Juni. Harga bawang merah tertinggi terjadi di Jayapura, yaitu sebesar Rp30 ribu per kilogram. Harga bawang merah terendah terjadi di Denpasar dan Tanjung Pinang, yaitu sebesar Rp14 ribu per kilogram.

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2010/07/08/154195/4/2/Harga-Cabai-Melejit-Kementan-Keluarkan-Jurus-

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Saya pikir pengaruh signifikan harga cabe ada di cargo. Kita lihat pulau2 yang mengandalkan pasokan dari jawa maupun sumatra masih pakai cargo pesawat udara. Ini diperparah dengan harga cargo untuk cabe malah lbh tinggi dibanding item lainnya (aji mumpung). Tolong mentan kalau bisa kordinasi antar departemen lain membahas dispensasi harga cargo khusus untuk cabe. mengingat cabe sangat di butuhkan dikalangan masyarakat umum maupun pengusaha.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*