Harga Cabai Tembus Rp.34 Ribu per Kg Di Pasar Penyabungan

cabe merah Harga Cabai Tembus Rp.34 Ribu per Kg Di Pasar Penyabungan Harga cabai merah di Pasar Baru Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus melambung. Jika dua minggu lalu harga cabai Rp20 ribu per kilogram (Kg), saat ini harganya menembus Rp34 ribu per Kg.

Dahlia (45), pedagang cabai, warga Desa Lumban Dolok, Kecamatan Siabu, Kabupaten Madina kepada METRO menerangkan, kenaikan harga cabai secara bertahap.

Diutarakannya, sejak dua bulan lalu harga cabai di kisaran Rp20 ribu per kg hingga dua pekan lalu. Kenaikan harga cabai merah sudah empat kali. Dua pekan lalu, katanya, harga cabai merah masih Rp20 ribu per kg, dan harga ini sudah lebih dari dua bulan bertahan. Kemudian dari Rp20 ribu naik menjadi Rp25 ribu per kg, tapi tidak sampai satu minggu.

“Lalu dari Rp25 ribu per kg naik menjadi Rp28 ribu per kg, dan harga ini selama lebih satu minggu. Selanjutnya dari Rp28 ribu per kg menjadi Rp30 ribu hingga Rabu (2/6). Besoknya (Kamis, red) hingga (Jumat 4/6, red) harga cabai naik menjadi Rp34 ribu. Saya tak tahu sampai kapan harga ini bertahan, apakah naik lagi atau turun. Tapi harapan kami harga cabai menurun,” ujar Dahlia kepada METRO, Jumat (4/6).

Senada juga dikatakan Syukur Lubis (37), pedagang cabai di Pasar Baru Panyabungan. Diungkapkannya, kenaikan harga cabai yang dratis tersebut disebabkan pasokan cabai merah berkurang karena. Selama ini para pedagang cabai di Pasar Baru Panyabungan memeroleh cabai dari dua daerah yang berbeda. Yakni dari Brastagi Kabupaten Karo dan Bukit Tinggi, Provinsi Sumbar.

Baca Juga :  Ratusan Hektar Sawah Di Madina Beralih Fungsi

Sebelum harga cabai naik, sebut Syukur, dirinya masih bisa memeroleh sekitar 200 kg cabai merah dari toke setiap hari. Namun saat ini hanya bisa mendapatkan sekitar 100 kg.

“Kami memeroleh cabai dari dua daerah yaitu Brastagi dan Bukit Tinggi. Tapi karena akhir-akhir ini tidak ada cabai dari Bukit Tinggi, maka cabai yang dari Brastagi banyak dikirim ke Bukit Tinggi, begitu juga ke Sibolga. Pasokan cabai untuk pedagang di Pasar Baru Panyabungan pun berkurang, sehingga harganya naik atau melonjak,” ujarnya tanpa menyebut penyebab tidak adanya cabai dari Bukit Tinggi.

Dijelaskannya,sejak naiknya harga cabai tersebut, sangat berdampak bagi jumlah penjualannya. Di mana biasanya pelanggannnya ibu rumah tanggal yang berbelanja kebutuhan cabai untuk sepekan sebanyak dua kilogram, namun sata ini berkurang menjadi 1 sampai 1,5 kilogram.

“Ini sudah lumrah kami rasakan pak. Apabila harga bahan naik, maka penjualan kami akan menurun, karena para pembeli akan mengurangi belanjaannya. Kondisi ini tentu bisa merugikan kami,” terangnya

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Harga_Cabai_Tembus_Rp34_Ribu_per_Kg

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*