Harga Gabah Anjlok

Rabu, 02 Desember 2009 – www.metrosiantar.com

MADINA-METRO; Musim hujan yang melanda Kabupaten Mandailing Natal atau Madina sejak sebulan terakhir, berimbas pada harga jual gabah di tingkat petani. Biasanya, harga gabah kering berada di kisaran Rp3.000 hingga Rp3.200 per kilogram. Namun, sejak sepekan lalu, harga gabah anjlok menjadi Rp2.800, bahkan Rp2.600 per kilogram.

Petani di Desa Lumban Dolok, Kecamatan Siabu, Eliarni (30), mengatakan, sejak musim hujan rumpun padi di sawahnya mulai rusak, dengan kondisi rumpun padi merunduk hingga menyentuh tanah.

“Kalau rumpun padi itu sudah menyentuh tanah, akibatnya rumpun tersebut akan mengalami pembusukan, dan setelah dipanen gabahnya tidak akan bagus lagi, otomatis harganya akan turun,” ucapnya kepada METRO, Senin (30/11).

Sementara itu, pemilik mesin penggilingan padi dan saudagar gabah di Desa Simangambat, Kecamatan Siabu, Nurainun (37), mengatakan, saat ini harga gabah sekitar Rp2.600 hingga Rp2.800 per kilogram. “Tetapi kalau seandainya kondisi gabahnya kering dan padat, harga beli bisa mencapai Rp3.000 sampai Rp3.200 per kilogram,” ujar perempuan yang akrab dipanggil Ainun ini.

Ainun menambahkan, harga tersebut turun dari harga biasa. Penurunan harga gabah disebabkan kualitas bulir padi tersebut menurun. Hal tersebut (penurunan padi,red) dapat dilihat dari gabah yang masih mengandung air atau basah dan burirnya tidak begitu padat.

Perlu diketahui, gabah bisa juga dijual dengan ukuran kaleng.

Baca Juga :  Polisi Buru Aktor Intelektual Kerusuhan Paluta

Jumlah gabah per kaleng bisa mencapai 10,5 hingga 11 kilogram dan harga per kaleng untuk saat ini bisa mencapai Rp29 ribu. (mag-02)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*