Harga Gabah Meroket Di Palas

PALAS- Seminggu terakhir ini, harga gabah kering mulai naik di pasaran di wilayah Kabupaten Palas. Kenaikan sebesar Rp300 per kilogram. Dari Rp2.700 per kilogram menjadi Rp3.000 per kg. Toke gabah kering wilayah Kecamatan Barumun Tengah (Barteng), Bani Hasibuan Rabu (15/6) kemarin mengatakan, saat warga sedang masa panen kenaikan harga gabah kering adalah suatu hal yang jarang terjadi. Biasanya, ketika musim panen padi harga gabah selalu turun.

“Saat ini masyarakat Kecamatan Barteng mulai meningkat yang menjual gabahnya. Di mana setiap minggunya hasil panen petani mencapai 10 ton. Hal ini sangat menguntungkan karena saat ini harga lagi sedang naik,” ujar Bani, Salah satu warga Paya Bahung, Kecamatan Aek Nabara Barumun, Rustam Dasopang mengaku sangat bersyukur dengan naiknya harga gabah di pasaran, apalagi masyarakat saat ini sedang musim panen padi.

“Sangat banyak keuntungan yang didaptkan warga petani saat ini. Apalagi kenaikan gabah kering berbarengan dengan masa penerimaan siswa baru (PSB),” terang Rustam yang mengaku sudah menjual 2 ton gabahnya. Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Palas, Drs H Tobing Hasibuan mengaku, saat ini harga gabah mulai beranjak pada level Rp3.000 per kilogram atau naik Rp300 per kilogram dari harga sebelumnya Rp2.700 per kilogram.

“Kenaikan ini disebabkan karena saat ini mulai stabilnya perekonomian secara nasional. Juga permintaan inpor dari luar untuk gabah meningkat, sehingga kenaikan harga pun terjadi. Karena semakin tinggi permintaan dari luar kenaikan harga pun akan terjadi,” tukasnya. (amr/mer)

Baca Juga :  Prabowo-Jokowi, Bersatulah...

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*