Harga Getah Karet di Madina Rp. 9 Ribu per Kg

Minggu, 15 November 2009 – www.metrosiantar.com

petani karet

MADINA-METRO; Harga jual getah karet dari petani ke pedagang atau pengumpul di Kabupaten Mandailing Natal, mencapai Rp9 ribu per kilogram. Harga tersebut mengalami kenaikan sejak seminggu terakhir, sebelumnya, harga karet Rp7 ribu per kilogram.

Kenaikan harga tersebut, menurut petani karet, karena di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) lagi musim penghujan. Pasalnya, air hujan yang mengalir ke pohon karet bisa membuat getah menjadi encer. Dan kalau sudah encer maka tidak akan bisa dijual lagi.

Namun, meskipun hujan mengguyur beberapa minggu terakhir, tidak membuat masyarakat petani karet resah. Seperti yang dialami sejumlah petani karet di beberapa desa di Kecamatan Siabu Kabupaten Madina. Keresahan mereka ditepis dengan inisiatif mereka, yakni, dengan membeli cuka untuk kombinasi getah. Caranya, cuka dicampur dan dilarutkan ke pupuk urea dan sebagian lagi dengan air keras, kemudian dilarutkan dengan air ke dalam tempat penampungan getah karet tersebut.

Hal ini sangat membantu petani karet untuk tetap memperoleh hasil karetnya, karena dengan melalui campuran cuka tersebut akan mengentalkan getah kembali meski sempat diguyur hujan.

Zakaria, seorang petani karet di Siabu mengakui sejak datangnya hujan beberapa minggu terakhir, sempat membuatnya resah, pasalnya air hujan yang mengalir ke pohon karet membuat getahnya menjadi encer.

Namun, setelah mendapatkan alat pembantu pengentalan getah dari temannya yang juga bekerja sebagai petani karet membuatnya tidak resah lagi. Pasalnya, campuran cuka tersebut dapat membuat karet tetap kental.

Baca Juga :  Perawatan Jalan Kabupaten Kurang Diperhatikan

“Sebelum saya menemukan cara ini, hasil karet saya encer dan hanyut dibawa air hujan yang mengguyur daerah kami,” sebutnya. (mag-02)

PostLink: https://apakabarsidimpuan.com/2009/11/harga-getah-karet-di-madina-rp-9-ribu-per-kg/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*