Harga Getah Rp5.000 Per Kg

Paluta, Menjelang Iduladha 1435 Hijriyah, harga getah kembali turun. Harga minggu sebelumnya Rp6.000 per kilogram kini turun Rp1.000 per kilogram.

Penurunan harga ini merata terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). Bahkan sebagian daerah yang berada di Kecamatan Dolok dan Dolok Sigompulon, getah karet hanya dihargai Rp4.000 per kilogram.

Umar Rambe, warga Desa Sungai Datar, Kecamatan Dolok mengaku, harga getah kembali turun. Katanya harga getah di daerah Kecamatan Dolok minggu lalu Rp6.000 per kilogram namun untuk minggu ini turun menjadi Rp4.000 hingga Rp5.000 per kilogramnya.

“Paling mahal harga getah saat ini di Dolok harganya cuma Rp5.000 per kilogram, tapi ada juga untuk beberapa daerah yang dijual dengan harga Rp 4. 000 per kilogram,” kata Umar, Minggu (28/9).

Berbeda dengan harga getah untuk daerah Kecamatan Padang Bolak. Dari informasi yang dihimpun wartawan, tercatat di beberapa daerah harga getah terjadi perbedaan. Seperti di daerah Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, harga getah karet menyambut lebaran haji Rp5.000 hingga Rp5.500 per kilogram, turun dari minggu sebelumnya Rp6.000 perkilogram.

“Perbedaan harga getah karet di beberapa daerah memang terjadi, harga getah di Kecamatan Dolok maupun Kecamatan lainnya belum tentu sama dengan harga getah di Kecamatan Padang Bolak,” kata Rinaldi Siregar, petani karet dari Gunung Tua.

Baca Juga :  Karena Pemborosan Uang Negara SMPN 2 dan 4 Gading Kec. Barumun Tengah Kab. Palas Digabung

Menurutnya, perbedaan harga terjadi disebabkan faktor kualitas getah karet, sehingga harga mengalami perbedaan.

Terpisah Tembal Siregar, toke getah asal Desa Sidingkat mengakui adanya perbedaan harga tersebut. Perbedaan harga getah itu kata Tembal disebabkan faktor kualitas barang.

Getah yang mempunyai kualitas bagus menurut Tembal saat ini hanya di hargai Rp6.000 sampai Rp6.500 per kilogramnya. “Harga getah terkadang ada yang berbeda. Mana sama harga getah kualitas nomor satu dengan nomor dua,” sebutnya. (ong)

/ (Analisa)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Orang tua saya penyadap karet saya sedih harga barang2 kebutuhan hidup sehari2 harga nya naik, tapi harga karet malah Turun,saya berharap ada perhatian dari pemerintah untuk petani karet.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*