Harga Hewan Kurban di Paluta Merangkak Naik

Paluta, Harga hewan ternak sapi (Lembu) dan kambing di pasaran menjelang Iduladha di wilayah Gunung Tua dan sekitarnya, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) merangkak naik.

Diprediksi kenaikan harga itu hingga sepekan menjelang hari H. Kenaikan harga lembu  berkisar dari Rp 1 juta sampai Rp 3 juta per ekor. Sedangkan harga kambing mengalami kenaikan yang bervariasi dari Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Tergantung besar kecilnya hewan tersebut.

Menurut Pedagang Lembu, B Harahap (53) warga Gunung Tua, kenaikan harga hewan kurban beberapa hari terakhir mulai mengalami kenaikan yang drastis. Hal tersebut diakibatkan sudah menjadi agenda rutin bagi para pedagang untuk berspekuali memanfaatkan momen ini.

“Harga lembu naik sekitar 3 sampai 4 juta rupiah. Seperti lembu yang standar mencapai harga dari kisaran Rp9 juta sampai Rp 17 juta bahkan adapula yang lebih tinggi lagi,” kata B Harahap kepada Analisa, Kamis (18/9).

Meski mengalami kenaikan, lanjutnya, tetap membawa berkah tersendiri karena momen Iduladha ini merupakan rezeki tersendiri bagi para pedagang hewan. “Insya Allah berkah, momen ini sangat kami tunggu-tunggu, “ungkapnya.

Pedagang lainnya, Baginda (49). Menurutnya harga kambing siap untuk kurban, mengalami kenaikan Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu. Harga yang naik harga jenis jantan saja, karena dipakai untuk kurban. Sedang harga betina untuk pengembangan ternak tetap stabil.

Baca Juga :  Sumut cetak sawah baru seluas 450 Ha (Madina250 ha, Tapsel 100 ha)

“Transaksi mulai ramai satu-dua pekan jelang Hari Raya Kurban. Angka transaksi bisa mencapai 20 sampai 30 ekor,” pungkasnya.

Terpisah, Kadis Peternakan dan Perikanan Paluta Mara Bangun Harahap mengungkapkan pihaknya menjelang Iduladha terus melakukan pemeriksaan terhadap seluruh hewan ternak yang masuk ke pasar hewan untuk menghindari kemungkinan adanya hewan yang terjangkit penyakit menular.

Menurutnya, transaksi hewan cukup tinggi, makanya petugas/dokter hewan kini memperketat pemeriksaan setiap hewan yang masuk dan keluar wilayah Paluta. (ong)

/(Analisa)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*