Harga Karet dan Sawit Beranjak Naik Di Padang Lawas

Harga komoditas pertanian jenis karet dan sawit di Kabupaten Padang Lawas (Palas) beranjak naik dalam sepekan terakhir ini. Harga getah karet saat ini di level Rp16 ribu per kilogram (kg) dari sebelumnya Rp13 ribu per kg. Sedangkan harga tandan buah segar (TBS) sawit menjadi Rp1.600 per kg dari sebelumnya Rp1.300 per kg.

Bani Hasibuan, toke sawit di Kecamatan Barumun Tengah (Barteng) menuturkan, kenaikan harga sawit kemungkinan disebabkan semakin dekatnya tahun baru. Namun secara pasti dirinya tidak mengetahui apa penyebab kenaikan harga tersebut.

“Yang jelas petani saat ini sedang memasuki musim panen, apalagi kondisi buah sawit saat ini cukup bagus,” katanya kepada METRO, Rabu (9/12).

Sedangkan petani sawit, Mualim Siregar, warga Parannapa Jae, Kecamatan Barteng, menuturkan naiknya harga sawit saat ini cukup membantu petani di Barteng, mengingat musim tanam padi hingga saat ini belum dimulai. Apalagi curah hujan belum tinggi untuk bertanam padi.

“Kalau hujannya masih begini, bagi kita petani padi belum memadai. Harus lebih deras lagi hujannya,” pungkasnya.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Palas, Dingin Rambe mengungkapkan, kenaikan harga sawit dan karet sebenarnya acuannya adalah meingkatnya permintaan ekspor barang produksi tersebut ke luar negeri, bukan atas harga yang ditetapkan oleh Pemda.

Baca Juga :  BBM Langka di Panyabungan

“Jadi indikator meningkatnya (naiknya harga, red) karena tingginya permintaan dari luar negeri untuk barang ekspor tersebut,” tuturnya. (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*