Harga Karet di Madina Hanya Rp 5.800/Kg

Panyabungan. Harga getah karet pada tingkat petani di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam beberapa hari terakhir hanya berkisar Rp 5.800/kg. Kondisi ini membuat masyarakat menjerit terutama yang tergantung pada hasil komoditas andalah di daerah itu. Sukri Nasution seorang petani karet di daerah itu kepada MedanBisnis, Rabu (29/7), mengatakan sejak jelang hari raya Idul Fitri kemarin harga getah karet sudah turun hanya berkisar Rp 6.000/kg. Harga kembali anjlok dalam beberapa hari terakhir.
“Harga keret hanya berkisar di antara Rp 6.000/kg saja dalam beberapa minggu ini. Makanya kehidupan eknomi keluarga kita semakin berat, akibat biaya kebutuhan untuk masuk tahun ajaran baru naik,” ujar bapak tiga orang anak ini.

Sukri menjelaskan, sudah menjadi kebiasaan jelang lebaran dan usai lebaran hingga satu bulan harga sangat rendah. Harga karet anjlok dengan alasan karena pabrik pengolahan karet masih banyak yang libur.

“Jika harga masih di bawah level Rp 10.000/kg, kami para petani, penderes karet masih rugi, akibat tidak sesuai lagi harga penjualan dengan biaya yang dikeluarkan untuk perawatan, maupun pemupukan. Untuk itu kita masih tetap berharap kepada pemerintah untuk bisa mencari solusi atas harga getah karet ini,” harapnya.


(zamharir rangkuti)-MedanBisnis –

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Petani Sayur Hanopan Sibatu Dambakan Bantuan Modal

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*