Harga Karet Di Madina Merosot

Harga karet di sejumlah kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal saat ini mengalami penurunan rata-rata sebesar Rp7 ribu hingga Rp8 ribu per kilogram. Harga karet bervariasi tergantung kepada kualitas dan tingkat kekeringannya. Ikhwanuddin Nasution (42) petani karet warga Kelurahan Simangambat, Kecamatan Siabu kepada METRO mengatakan, harga karet pekan ini di pasar Simangambat sangat memprihatinkan, yakni Rp14 ribu per kilogram (Kg). Padahal pada pekan lalu, harga jual karet tertinggi sebesar Rp21 ribu per Kg. “Untuk pekan ini, saya menjual karet seharga Rp14 ribu per Kg,” ujar Ikhwan, kemarin.

Senada dikatakan Hamdan Lubis (45), petani karet warga Desa Hutarimbaru, Kecamatan Kotanopan. Saat menjual karetnya di pekan Kotanopan, Sabtu (12/3) lalu, dirinya terkejut harga karet Rp14 ribu per Kg. Padahal sepekan lalu harga karet di Pasar Kotanopan masih Rp22 ribu per Kg. ”Sebulan lalu harganya memang hanya sekitar Rp15-Rp16 ribu per kilogram. Tapi harga itu setiap minggunya tak pernah stabil dan terus naik. Kami mengira harga ini akan tetap naik mengingat harga beras juga mahal,” sebut Hamdan.

Penurunan harga karet juga terjadi di Panyabungan Timur. Kepada METRO, Ismail Nasution warga Desa Tanjung, Minggu (13/3) menyebutkan, harga jual karet saat ini sekitar Rp12 ribu per Kg. Padahal harga pekan lalu masih Rp18.500 per Kg.
”Pekan lalu saya jual seharga Rp18.500 per kilogram, tapi pekan ini saya hanya bisa menjualnya seharga Rp12 ribu per Kg. Bahkan masih ada yang Rp11 ribu,” ungkapnya. Sementara di Kecamatan Batang Natal yang dikenal dengan kualitas karet terbaik di Kabupaten Madina, harga karet hanya di kisaran Rp17 ribu per Kg.

Baca Juga :  Puluhan Anak Yatim dan Jompo Terima Santunan

Rahmat Siregar (37), warga Desa Rantobi, Kecamatan Batang Natal mengatakan, harga karet di sekitar Bantang Natal turun drastis dibandingkan harga sebelumnya. ”Pekan lalu harganya masih Rp25 ribu per Kg, tapi pekan ini saya sudah tanya ke sejumlah toke, dan harga tertinggi hanya sebesar Rp17 ribu per Kg,” terangnya.

H Fahruddin, pengumpul karet di Pasar Malintang dan di sejumlah pasar di Kecamatan Siabu saat dikonfirmasi METRO, Minggu (13/3) mengakui harga karet untuk pekan ini jauh berbeda dengan harga karet pekan sebelumnya. Tidak stabilnya harga jual karena disebabkan kondisi pasar yang kurang stabil dan permintaan yang menurun.

“Kalau informasinya penyebab harga karet ini turun akibat permintaan dari pabrik menurun dan dimungkinkan karena masih banyak stok. Kita kan hanya pengumpul saja, dan yang menentukan harga bukan kami,” kata Fahruddin. (wan) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*