Harga Karet di Madina Tembus Rp 11.000 per Kg

MedanBisnis – Panyabungan (zamharir rangkuti)

Sejak seminggu terakhir harga karet di tingkat pengumpul dibeberapa kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Saat ini, harga jual getah karet di Madina berkisar antara Rp 6.500 hingga Rp 11.000 per kilogram (kg) dari harga sebelumnya berkisar Rp 5.000 per kg.

Harga getah karet ini menurut beberapa petani mulai normal meskipun belum sampai seperti yang diharapkan. “Di Kecamatan Panyabungan Timur, harga getah karet mulai membaik yang dijual antara Rp 6.500 – Rp 7.000 per kilogram. Harga ini tidak terlalu tinggi karena kualitas getah yang dihasilkan masih rendah, di mana kadar airnya masih cukup tinggi. Itu karena petani hanya melakukan penderesan dan langsung dipanen, sehingga kadar airnya belum turun,” kata Ahmad Nasution (45), salah seorang petani karet di Panyabungan Timur kepada MedanBisnis, Jumat (4/12).

Sementara petani karet lainnya A Hakim Matondang di Kecamatan Ulu Pungkut mengakui harga getah keret yang mereka jual kepada pedagang pengumpul berkisar antara Rp 8.000 – Rp 9.000 per kg. “Kualitas getah karet di Ulu Pungkut lebih bagus dari Kecamatan Panyabungan. Itu karena petaninya menjual getah karet dua minggu setelah dideres, sehingga kadar airnya rendah,” akunya.

Dikatakannya, harga ini mulai membaik dalam tiga minggu terakhir setelah sebelumnya sempat anjlok. “Masyarakat mulai merasakan dampak naiknya harga getah karet ini dengan bergairahnya kembali penyadap karet, dan ekonomi masyarakat berangsur membaik,” ujarnya.

Baca Juga :  Masyarakat Hutagodang Muda Mohon Bantuan Bupati Madina

Harga getah karet yang paling mahal untuk wilayah Madina ada di Kecamatan Batang Natal. Di kecamatan ini harga getah karet sudah menembus Rp 11.000 per kg, seperti yang diakui Mara Halim (37). “Harga karet dalam satu minggu terakhir sudah mencapai Rp 11.000 per kilogram, ini sangat membantu petani karet,” jelasnya.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*