Harga Karet di Paluta Turun Lagi

Paluta, (Analisa). Harga getah karet mengalami penurunan dratis di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) dalam sepekan terakhir ini. Saat ini harganya turun Rp1.000 per kilogram (Perkg). Padahal sebelumnya, harga getah karet ini bervariasi dan mencapai Rp 11.000 per kilogramnya.

Dengan turunnya harga karet ini membuat sebagian besar petani mengeluh dengan kebutuhan hidup yang meningkat selama ramadhan dan jelang Lebaran ini.

Salah seorang petani, M Harahap (27), ditemui Analisa, Senin (30/7), menuturkan harga karet saat ini tidak bisa diprediksi dan sangat turun sekali, kalau biasanya harga Rp 11.000 perkilogramnya, tapi sekarang hanya Rp 10 ribu perkilogram.

“Mau dibilang apalagi bang. Kita kan petani, hanya bisa berdoa dan bekerja,” tuturnya dengan nada lesu.

Senada juga diungkapkan, Haris (25). Akibat turunnya harga getah, dirinya mengurungkan niat untuk menjualnya saat ini. Dia menimbun getahnya menunggu harga normal ke level semula.

“Sekarang rugilah kita jual. Lebih baik kita tahan saja dulu. Karena mana tahu harganya naik lagi, kan tetap untung. Getah inikan tidak lapuk kalau ditahan bertahun-tahun,” terangnya.

Keduanya berharap, harga getah karet ini dapat segera stabil kembali agar para petani yang menggantungkan hidupnya dari komoditas getah karet tidak lagi dipusingkan dengan harga karet yang melemah yang membuat penghasilan mereka pun ikut melemah.

Salah seorang toke pengumpul getah, Saharlutan Harahap, menyebutkan turunnya harga getah karet ini membuat masyarakat petani karet malas menderes. Bahkan banyak petani karet menimbun getahnya, sembari menunggu harga getah naik seperti semula.

Baca Juga :  Masyarakat Madina Keluhkan Harga Cabai Merah ; Minyak Tanah Menghilang

“Harga kita bergantung pada harga getah di pabrik. Karena kita tidak mungkin beli getah warga dengan harga tinggi, sementara di pabrik rendah, kan rugi besar kita,” ungkapnya. (ong)

Sumber: analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Kurangnya pemahaman proses Hukum Permintaan dan Penawaran dalam ekonomi mempengaruhi jatuhnya harga karet di Petani. Asumsi bahwa kemungkinan para Petani akan menjual karet-karet yang ditahan/dikumpulkan atau para penampung menjual menjelang lebaran kemungkinan akan membuat stock karet di pabrik2 berlebihan. Dan Kelebihan ini bisa bedampak atas turunnya harga karet hingga sampai ke petani.

    Hendaknya petani melihat bahwa dinamika harga karet dari jaman dahulu sampai sekarang selalu berpluktuasi atau naik turun harganya. Dan harga yang sekarang ini turun akan berdampak diminggu-minggu berikutnya akan naik harganya. Dengan murahnya harga karet maka petani perlu mengistrahatkan penyadapan karet beberapa hari / minggu kedepan, sehingga dengan sendirinya stock karet di penampung atau di pabrik pabrik pengolahan karet akan menipis bahkan berkurang. Kekurangan ini akan berdampak harga dengan sendirinya akan naik. Hanya, pertanyaannya apakah semua petani karet menyadari dan bisa melakukannya? dan bagaimana agar petani bisa juga ikut mengedalikan harga agar tidak berpluktuasi tajam (naiknya cepat dan besar dan turunnya juga cepat dan hingga harga terendah). Bagi petani yang hanya mengandalkan hidupnya dari menyadap karet, maka hal itu tidak bisa dilakukan kecuali mempunyai stock keuangan yang cukup untuk beberapa minggu untuk kehidupan keluarganya masing-masing. Tapi bagi yang mempunyai alternatif penghasilan untuk mencukupi keluarga, maka hal itu sangat dimungkinkan secara kompak dari desa per desa? sehingga dengan sendirinya bisa saja akan mempengaruhi harga nantinya.
    Kebutuhan karet di Dunia terus menerus meningkat di Dunia Industri untuk digunakan sebagai bahan baku diberbagai produk industri yang ada di Dunia.
    Jadi kata kuncinya ya sabarlah petani beberapa minggu kedepan hingga harganya stabil kembali….

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*