Harga Karet Murah, Masyarakat Resah

PALUTA – Memasuki musim penghujan saat ini, harga getah karet di Kabupaten Paluta tidak mengalami perubahan dari minggu sebelumnya yakni Rp6.500- Rp7.000 per kilogram. Masyarakat pun resah dengan harga ini.

Panjang Siregar (38) saat dijumpai Metro Tabagsel mengatakan bahwa harga getah karet masih sama atau belum mengalami perubahan dari minggu sebelumnya.

“Masih sama dengan harga minggu kemarin, tidak ada perubahan,” katanya di Desa Sidingkat, Kecamatan Padang Bolak, Sabtu (30/8).

Panjang menceritakan, harga getah ini dinilai masih sangat rendah dan belum berpihak kepada petani, mengingat harga getah karet sebelumnya juga pernah mencapai Rp15.000 per kilogram. Namun sejak memasuki musim kemarau pada bulan Juli lalu, ternyata harga getah masih tetap merangkak di kisaran harga Rp6.500-Rp7.000 per kilogram.

“Getah karet paling tinggi saat ini dihargai Rp7.000 per kilogram, padahal dulunya harga getah karet pernah menembus Rp15.000 hingga Rp17.000 per kilogram,” kenang Panjang.

Kebutuhan pokok yang secara umum juga mengalami kenaikan, cukup memberatkan bagi masyarakat petani karet. Harga getah karet yang dari minggu ke minggu tidak ada perubahan tentunya membuat sejumlah petani merasa was-was dan resah.

Dan keresahan para petani, tidak hanya masalah murahnya harga getah saja. Tapi kondisi pohon karet yang saat ini sedang mengalami gugur daun juga membuat para petani kian murung, sebab jika pohon karet mengalami gugur daun, otomatis produksi getahnya pun akan berkurang sehingga hasil getah yang petani dapatkan pun akan semakin sedikit. (mag-02)

Baca Juga :  Polisi Terdakwa Kasus Narkoba Dieksekusi

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*